Banjir Cilacap
Banjir di Klumprit Cilacap Memasuki Hari Ketiga, Warga Memilih Bertahan di Rumah
Banjir yang melanda Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, sudah tiga hari ini belum kunjung usai.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
Seperti Ratinem, warga Klumprit, yang memilih bertahan di rumah meski air masih menggenangi lantai.
"Belum mau ngungsi lah, di rumah dulu saja, ngumpul sama anak-anak," ujar Ratinem.
Baca juga: 2 Pekan Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2022, Polres Purbalingga Tindak 1.168 Pelanggar
Baca juga: Aturan HET Dicabut, Pemkot Semarang Batal Salurkan 50 Ton Minyak Goreng Lewat Operasi Pasar
Baca juga: Pratama Arhan Tiba di Jepang, Disambut Kakak Mantan Pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury
Baca juga: Tegas Larang Peredaran Daging Anjing, Pemkab Purbalingga Diganjar Penghargaan dari DMFI
Saat ini, Dinas Sosial Cilacap juga telah mendirikan dapur umum untuk menyuplai makanan bagi warga terdampak banjir di Desa Klumprit.
Posko kesehatan juga didirikan oleh RSU Aghisna dan Puskesmas Nusawungu. Petugas kesehatan juga mendatangi rumah-rumah warga yang membutuhkan pengobatan secara langsung.
Sangid menambahkan, banyak bantuan yang berdatangan sejak Rabu (16/3/2022).
Selain kebutuhan makanan, menurut Sangid, warga membutuhkan bantuan diapers untuk bayi, serta obat-obatan.
"Untuk saat ini, yang dibutuhkan di dapur umum itu sembako, kalau bisa makanan cepat saji seperti mi instans karena itu juga meringankan relawan di dapur umum," imbuh Sangid. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hari-ketiga-banjir-di-desa-klumprit-nusawungu-cilacap-belum-surut-kamis-1732022.jpg)