Berita Semarang

Aturan HET Dicabut, Pemkot Semarang Batal Salurkan 50 Ton Minyak Goreng Lewat Operasi Pasar

Pemkot Semarang menyetop kegiatan operasi minyak goreng di pasar tradisional seiring pencabutan aturan terkait HET.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK WARGA
ILUSTRASI. Pedagang mengantre minyak goreng murah dalam operasi pasar di Pasar Peterongan, Kota Semarang, Minggu (20/2/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyetop kegiatan operasi minyak goreng di pasar tradisional seiring pencabutan aturan terkait harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang Sugeng Dilianto mengatakan, penghentian operasi pasar ini sesuai surat edaran dari Kementerian Perdagangan terkait relaksasi minyak goreng sawit kemasan sederhana dan premium dengan harga sesuai mekanisme pasar.

Sebelumnya, pemkot memfasilitasi Kementerian Perdagangan menunjuk distributor untuk mendistribusikan minyak goreng ke agen-agen di pasar tradisional dengan harga murah, yakni Rp 13.500 per liter.

Kemudian, pedagang diharapkan menjual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Saat ini, Pemkot Semarang masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait harga minyak goreng untuk operasi pasar.

"Padahal, kami sudah rencanakan operasi minyak hampir 50 ton. Kami turunkan di beberapa pasar. Hampir 5000 liter di enam pasar di Kota Semarang."

"Tadi malam, para distributor mengonfirmasikan batal. Menunggu surat edaran berapa harga OP yang resmi," papar Dili, sapaannya, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: OP Minyak Goreng di Pasar Peterongan Kota Semarang Diserbu, Pedagang Protes Tak Boleh Beli 2 Jeriken

Baca juga: Gelar Operasi di Kos-kosan, Satpol PP Kota Semarang Sita 18 KTP Warga Luar Daerah

Baca juga: Terungkap! Identitas Mayat Wanita di Bawah Jembatan Tol Semarang-Solo, Warga Sleman

Baca juga: Karaoke Plus-plus Jadi Penghilang Stres di Kota Semarang, Tarif Mulai Rp 600 Ribu hingga Rp 30 Juta

Dili memastikan, tidak ada kelangkaan minyak goreng di Kota Lunpia.

Hanya saja, hal yang langka adalah minyak goreng dengan harga murah.

Dia menyebutkan, saat ini, rata-rata penjualan minyak goreng kemasan sederhana di pasar Kota Semarang mulai Rp 18 ribu per liter.

Sedangkan, minyak goreng kemasan premium, rata-rata dijual dengan harga di atas Rp 20 ribu di swalayan Kota Semarang.

"Stok di Semarang tidak ada persoalan, aman. Cuma, harga yang murah sudah langka, tidak ada," kata dia.

Adapun pedagang yang baru saja mendapat stok minyak goreng murah dari operasi pasar beberapa hari terakhir, sambung Dili, secara otomatis dijual menyesuaikqn aturan yang berlaku saat ini.

"Kecuali, mereka mau itung-itung amal. Tapi, mereka kan bisnis. Kami tidak bisa menindak kalau jual di atas Rp 14 ribu karena aturan," ujarnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, stok minyak goreng kemasan di sejumlah minimarket di Sekaran, Kecamatan Gunungpati, dan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, masih kosong.

Seorang pelayan minimarket di Sekaran, Ilham Wahyu mengatakan, stok minyak goreng masih kosong. Kekosongan ini sudah terjadi selama sepekan terakhir.

"Minyak goreng masih kosong. Sudah sepekan ini kosong," ujarnya. (*)

Baca juga: Pratama Arhan Tiba di Jepang, Disambut Kakak Mantan Pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury

Baca juga: Tegas Larang Peredaran Daging Anjing, Pemkab Purbalingga Diganjar Penghargaan dari DMFI

Baca juga: Fukushima Jepang Kembali Dilanda Gempa: Tokyo Sempat Gelap Gulita, Kereta Shinkansen Tergelincir

Baca juga: Bus Persiku Rusak Dilempar Batu, Pemkab Kudus Minta Manajemen Bertanggung Jawab: Itu Aset Pemerintah

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved