Berita Semarang

Karaoke Plus-plus Jadi Penghilang Stres di Kota Semarang, Tarif Mulai Rp 600 Ribu hingga Rp 30 Juta

Karaoke, pijat plus-plus, hingga prostitusi seolah jadi candu bagi sebagian warga di tengah hiruk-pikuk malam Kota Semarang.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK PRI KIRUN
Seorang pemandu lagu tengah bernyanyi saat menemani Kirun dan teman-temannya safari malam di sebuah tempat karaoke di Kota Semarang, Senin (7/3/2022) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Karaoke, pijat plus-plus, hingga prostitusi seolah jadi candu bagi sebagian warga di tengah hiruk-pikuk malam Kota Semarang.

Dengan dalih menghilangkan stres atau healing, ungkapan anak kekinian, safari hiburan malam pun dilakukan.

Dalam semalam, mereka bisa menghabiskan anggaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Seperti halnya yang acapkali dilakukan Kirun, bukan nama sebenarnya, bersama rekan-rekannya.

Pemuda asli Kota Semarang ini pun mendatangi tempat hiburan malam saat mereka memiliki uang cukup.

Hampir 10 tahun terakhir kebiasaan safari hiburan malam itu dilakoni Kirun dan teman-temannya.

Saking seringnya, mereka sampai hafal biaya untuk menyewa wanita malam, paket karaoke beserta minuman keras, hingga nama wanita malam yang acapkali menemani mereka.

Menurut Kirun, safari hiburan malam yang ia lakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan menghilangkan stres.

"Ya, memang sering, bisa satu bulan sekali, bisa dua pekan sekali. Sebenarnya, lebih untuk menghilangkan stres," paparnya, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Berupaya Keluar dari Zona Degradasi, Semangat Juang PSS Sleman Harus Diwaspadai PSIS Semarang

Baca juga: UPDATE Mayat Wanita di Bawah Jembatan Tol Semarang-Solo: Hasil Autopsi Ada Luka Gorok di Leher

Baca juga: 11 Bandar Narkoba dari Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan

Baca juga: Ning Arina Sabiela, Putri Kiai NU Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Tuggal di Alexandria Mesir

Uang yang mereka habiskan untuk safari hiburan malam juga tak sedikit.

"Yang pasti, jutaan rupiah habis, sekali datang ke tempat hiburan malam, misalnya karaoke plus-plus," jelasnya.

Meski sadar kegiatan tersebut mengahabiskan uang tak sedikit, namun, lantaran sudah seperti candu, Kirun mengaku sulit meninggalkan.

"Waktu tidak punya uang, ya pada iuran dan memilih lokasi yang sedikit murah. Tapi, kadang, utang teman juga untuk menutupi kekurangan saat menyewa wanita malam atau membeli minuman keras," ucapnya.

Lantaran bertahun-tahun melakukan kegiatan tersebut bersama rekan-rekannya, Kirun mengaku hafal tarif tempat hiburan malam di Kota Semarang.

"Misalnya, karaoke di wilayah Kota Lama Semarang, di sana ada tiga tempat, tarifnya Rp 600 ribu untuk 3 jam karaoke, plus 2 pemandu lagu, dan 2 miras merek Congyang," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved