Selasa, 14 April 2026

Banjir Cilacap

Banjir di Klumprit Cilacap Memasuki Hari Ketiga, Warga Memilih Bertahan di Rumah

Banjir yang melanda Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, sudah tiga hari ini belum kunjung usai.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Sebuah pikap nekat menerobos banjir yang masih menggenangi Jalan Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Kamis (17/3/2022). Sudah tiga hari, banjir di wilayah ini belum juga surut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Banjir yang melanda Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, sudah tiga hari ini belum kunjung usai.

Hujan deras sejak Senin sore dan jebolnya beberapa tanggul di wilayah Banyumas menjadi penyebab banjir di desa yang berbatasan dengan Bumi Satria itu tak kunjung surut.

Total, ada 2004 jiwa dan 726 rumah warga di Desa Klumprit yang terdampak banjir.

Hingga Kamis (17/3/2022) siang, kondisi banjir di Desa Klumprit sudah mulai surut namun ketinggian air masih berkisar antara 40-50 centimeter.

"Untuk ketinggian air, saat ini, berkisar antar 40-50 centimeter, sudah turun 20 cm. Hari kemarin, 70 cm karena sempat hujan lagi," jelas Sekretaris Desa (Sekdes) Klumprit Sangid Puji Heri, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Warga Nusawungu Cilacap Ramai-ramai Menjala Ikan di Sawah yang Kebanjiran: Lumayan, Dapat 7 Kg

Baca juga: Ratusan Rumah dan Sawah di Sampang Cilacap Kebanjiran akibat Tanggul Sungai Alam Jebol

Baca juga: Begini Kronologi Pajero Hitam Tercemplung Sungai Wates Kroya saat Terjadi Banjir Cilacap

Baca juga: Banjir Banyumas dan Kebumen Akibat Hujan Ekstrim, BMKG Cilacap: Dipicu Siklon Tropis Billy

MEnurut Sangid, banjir merendam tujuh dusun di Desa Klumprit. Kondisi terparah terjadi di Dusun Nusadem yang ada di wilayah Kadus 2.

Dusun Nusadem berada persis di dekat bantaran kali dan juga berupa dataran rendah.

Di dusun ini, sedikitnya ada 205 jiwa yang terdampak.

Menurut Sangid, banjir tak cepat surut lantaran debit air sungai masih tinggi. Padahal, sungai yang dimaksud mengalami pendangkalan.

"Untuk air, tidak bisa cepet keluar (mengalir ke sungai) karena ada pendangkalan sungai. Kami sudah mengajukan ke Dinas PUPR dan akan dibangun tahun 2023," jelas Sangid.

Selain adanya pendangkalan sungai, air banjir terjebak di sawah. Menurut Sangid, sebagian besar wilayah ini merupakan areal persawahan.

Dari kejadian ini, kerugian petani tentu sangat terasa karena 92 hektare sawah milik mereka dipastikan gagal panen.

"Sudah siap mau dipanen, bahkan ada yang motong padi, mau diambil padinya besok pagi ternyata malah ada banjir, padi petani ya kebawa air semua," kata Sangid.

Mengenai tempat pengungsian, saat ini, pihak Desa Klumprit sudah menyiapkan lokasi di Balai Desa, TPQ, dan juga di SMKN 1 Nusawungu.

Namun, hingga Kamis siang, belum banyak warga yang mengungsi. Sebagian dari mereka memilih bertahan atau tinggal di rumah saudara yang tak kebanjiran.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved