Berita Banyumas
Pegawai Kantor ATR BPN Purwokerto Banyumas Heboh, Pawang Ular Temukan 8 Ular di Gudang Arsip
Pegawai ATR/BPN Purwokerto heboh karena mendapati ular sanca bersembunyi di tumpukan dokumen di ruang arspi, Rabu (16/3/2022).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pegawai di kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Purwokerto heboh karena mendapati ular sanca bersembunyi di tumpukan dokumen di ruang arspi, Rabu (16/3/2022).
Ular tersebut berukuran cukup besar dan memiliki panjang hingga empat meter.
Yang membuat mereka lebih begidik, tak hanya ular sanca. Ternyata, ada ular-ular lain di gudang arsip tersebut.
Di antaranya, ular cobra, ular jali, dan ular koros.
"Kami sudah menangkap delapan ular, terdiri dari dua ular sanca, masing-masing berukuran 4 meter dan 1,5 meter."
"Kemudian, tiga ekor ular cobra, satu ekor ular jali, dan dua ekor ular koros," ujar pawang ular asal Purwokerto, Iin Ayu, Rabu.
Baca juga: Dijuluki Ratu Ular, Nenek Asal Purwokerto Banyumas Kerap Bantu Warga Tangkap dan Koleksi 75 Ular
Baca juga: Ratu Ular Banyumas Beraksi, Tangkap Induk dan Anakan Ular Kobra di Rumah Kosong Dekat Alun-alun
Baca juga: 23 Pencuri di Banyumas Ditangkap. Sasar Motor Tak Dikunci Stang, Biasa Beraksi Pukul 02.00-05.00 WIB
Baca juga: Banjir di Banyumas Belum Surut. Di Kecamatan Tambak, Ketinggian Air Masih Sepusar Orang Dewasa
Seorang pegawai ATR BPN Purwokerto, Dita Brimita, bercerita, penemuan ular itu berawal saat seorang pegawai melihat ada bekas sisik ular di bagian ruang arsip.
Menurutnya,ruangan arsip tersebut sempit dan berisi tumpukan kertas yang jarang dipakai.
"Awal mula diketahui karena ada kaya bekas sisik ular dan seperti ada pula bekas kotorannya," kata Dita di lokasi.
Karena takut, akhirnya, pagawai ATR BPN memanggil pawang ular, yaitu Iin Ayu, untuk membantu menangkap ular-ular itu.
Iin menduga, ular-ular tersebut memilih tinggal di gudang arsipt tersebut karena habitat alamnya mulai terganggu.
Diketahui, di sebelah Kantor ATR BPN Purwokerto, ada sungai kecil dan sawah yang merupakan habitat alami ular itu.
Baca juga: Diamankan dari Banjir, Kakek di Ayah Kebumen Malah Ditemukan Tewas di Kolam Dekat Pengungsian
Baca juga: Karaoke Plus-plus Jadi Penghilang Stres di Kota Semarang, Tarif Mulai Rp 600 Ribu hingga Rp 30 Juta
Baca juga: Gandeng Bank Jateng, Ganjar Gelontorkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk UMKM di Setiap Daerah
Baca juga: Pebalap Astra Honda, Veda Ega Bertemu Presiden RI dan Ikuti Parade MotoGP Mandalika 2022
Tetapi, semenjak ada pembangunan jembatan Bung Karno dan proyek pembangunan di sekitar jembatan, habitat mereka terganggu sehingga masuk ke perumahan dan kantor.
"Kemungkinan, masuk lewat jendela karena kotorannya sudah banyak dan tempatnya sempit," ungkap Iin.
Iin mengatakan, masih ada potensi sejumlah ular di gudang arsip kantor tersebut belum tertangkap.
"Kemungkinan Potensi masih ada ular cobra lainnya, kami evakuasi besok," tambahnya. (Tribunbanyumas/jti)