Berita Kriminal Hari Ini

Akhirnya Terpecahkan, Kasus Penemuan Jasad Bayi Tanpa Kepala di Tegal, Hasil Hubungan Luar Nikah

Jasad bayi yang diduga baru berusia 7 bulan yang ditemukan di Kota Tegal itu ternyata hasil aborsi dan hubungan luar nikah. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat menunjukkan barang bukti teh pelangsing yang digunakan pelaku untuk aborsi di Mapolres Tegal Kota, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Teka-teki penemuan jasad bayi tanpa kepala di saluran air di wilayah Kelurahan Krandon, Kota Tegal, akhirnya terpecahkan. 

Jasad bayi yang diduga baru berusia 7 bulan itu, ternyata hasil aborsi dan hubungan luar nikah. 

Pelaku berinisial SF, perempuan berusia 24 tahun ini adalah warga Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. 

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Kota Tegal, Dedy Yon: Akses Menuju Alun-alun Ditutup, Lampu Dipadamkan

Baca juga: 174 Pejabat Dilantik di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Pesan Dedy Yon: Tingkatkan Pelayanan

Baca juga: Dua Pekan Vaksinasi Anak di Kota Tegal Sudah Capai 40 Persen, Target Sasaran Ada 25.416 Orang

Baca juga: Nahkoda dan 3 ABK Ditangkap Polisi, Keroyok ABK asal Kota Tegal hingga Babak Belur saat Melaut

Dalam pemberitaan sebelumnya, warga di Kelurahan Krandon, Kota Tegal digegerkan dengan penemuan jasad bayi tanpa kepala, pada 11 November 2021. 

Warga setempat menemukan jasad tersebut saat sedang melakukan kerja bakti. 

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyidikan setelah menerima laporan dari masyarakat atas kejadian penemuan bayi. 

Setelah ditelusuri, ternyata jasad bayi tersebut merupakan hasil tindak pidana aborsi

Hasil penyidikan mengarah kepada seorang perempuan berinisial SF. 

"Kami cari tahu, benar bahwa yang bersangkutan memang beberapa waktu lalu hamil," kata AKBP Rahmad kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (30/12/2021). 

AKBP Rahmad menjelaskan, pelaku menggugurkan kandungannya dengan meminum teh pelangsing

Setelah itu jasad bayi dibuang ke sungai.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 346 junto Pasal 181 KUHP tentang Tindak Pidana Aborsi. 

"Dari kasus ini yang bersangkutan telah melanggar tindak pidana aborsi."

"Ancaman hukumannya penjara selama 4 tahun," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved