Breaking News:

Berita Purbalingga Hari Ini

10 Anak Punk Digelandang ke Kantor Satpol PP Purbalingga, Lagi Nongkrong di Minimarket

penertiban dan penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) dalam rangka cipta kondisi Tibumtranmas. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
SATPOL PP KABUPATEN PURBALINGGA
Satpol PP Kabupaten Purbalingga saat mengamankan 10 anak punk terjaring di sebuah minimarket, Selasa (28/12/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - 10 anak punk terjaring Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Selasa (28/12/2021) malam. 

Mereka berasal dari kecamatan di wilayah Purbalingga 4 anak, 3 orang dari Purwokerto, Kebumen 1 orang, 1 dari Cilacap, dan Banjarnegara 1 orang.

Baca juga: Tidak Ada Penyekatan Arus Selama Libur Nataru di Purbalingga! Lebih Fokus di Tempat Wisata

Baca juga: Warga Karangmoncol Purbalingga Dikejutkan Fenomena Hujan Es Sebesar Batu Kerikil, Terjadi Senin Sore

Baca juga: Buku Potret Diri Diluncurkan, Antologi Puisi Kedua Karya Perempuan Penulis Purbalingga

Baca juga: Catatan Jelang Akhir Tahun Pemkab Purbalingga: 49 Desa Masuk Zona Merah, Miskin Ekstrem Ada 25 Desa

Kabid Tibumtransmas Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Sutriono mengatakan, penertiban dan penanganan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) dalam rangka cipta kondisi Tibumtranmas. 

Hal tersebut tertuang pada Perda Kabupaten Purbalingga Nomor 9 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat di Kabupaten Purbalingga.

Termasuk juga Perda Kabupaten Purbalingga Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat.

"Kegiatan diikuti 6 personel Satpol PP, pada Selasa (28/12/2021) pukul 21.00 hingga pukul 22.30." 

"Ada 4 lokasi yang dilakukan penertiban."

"Yakni Alun-alun Purbalingga, Terminal Purbalingga, taman kota, dan persimpangan traffic light," ujar Sutriono kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (29/12/2021).

Penertiban itu menurut Sutriono, awalnya menerima laporan pengaduan masyarakat bahwa di minimarket sekitar Persimpangan Gemuruh terdapat aktivitas anak punk yang meresahkan masyarakat. 

Kemudian mendatangi tempat sebagaimana laporan pengaduan masyarakat tersebut untuk penindakan.

"Tindakan yang kami lakukan berupa teguran lisan dan teguran tertulis." 

"Menyita barang bukti berupa 2 ukulele (kentrung)."

"Kemudian memerintahkan kepada anak punk untuk pulang," katanya. (*)

Baca juga: PKL Dilarang Jualan Saat Malam Pergantian Tahun, Alun-alun dan Taman Pancasila Karanganyar Ditutup

Baca juga: Sore Jelang Malam Pergantian Tahun, Jalur Menuju Alun-alun Kebumen Bakal Ditutup

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Anak 6-11 Tahun di Cilacap Dimulai, Sasar 177.000 Anak

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Banyumas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas, Berikut Datanya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved