Berita Jawa Tengah
Di Kabupaten Pati Cuma Ada Empat Wisata yang Buka Saat Libur Tahun Baru, Sesuai Instruksi Bupati
Wisata religi juga masih boleh buka khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 50 persen.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pada momentum Tahun Baru 2022, hanya empat tempat wisata di Kabupaten Pati yang dibuka.
Keempat lokasi tersebut ialah Jollong 1, Jollong 2, Waduk Gunungrowo, dan Gua Pancur.
Namun demikian, tempat wisata tersebut dibuka secara terbatas.
Hanya untuk warga lokal Pati.
Sementara, seluruh tempat wisata lainnya ditutup.
Baca juga: Kapolda Jateng Resmikan Gedung Pelayanan Terpadu Polres Pati, Layanan Makin Mudah Diakses Warga
Baca juga: Vaksinasi Anak di Pati Belum Bisa Dilakukan, Harus Selesaikan Target Kumulatif 70 Persen
Baca juga: Kanopi Hanyalah Bagian Simbol, Sikap Toleransi Umat Beragama Sudah Terjalin Lama di Winong Pati
Baca juga: Bupati Pati Haryanto: Perayaan Natal Dipastikan Aman dan Lancar, Semua Patuh Protokol Kesehatan
Ini merupakan upaya pencegahan timbulnya kerumunan saat tahun baru, sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Penutupan dilakukan pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.
Kepala Dinporapar Kabupaten Pati, Rekso Suhartono mengungkapkan, penutupan tempat wisata didasarkan atas Instruksi Bupati (Inbup) Pati dan surat edaran dinas terkait.
“Wisata Jollong 1, Jollong 2, Waduk Gunungrowo, dan Gua Pancur dibuka terbatas khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 30 persen."
"Ini sesuai instruksi Bupati Pati tentang PPKM Level 2."
"Wisata religi juga masih boleh buka khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 50 persen,” jelas dia kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/12/2021).
Pengelola wisata Gua Pancur, Najib akan mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah dalam penyelenggaraan wisata saat momen libur tahun baru.
"Kami tetap boleh buka secara terbatas sesuai surat edaran."
"Nanti pengelola akan melakukan pembatasan pengunjung,” kata dia kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/12/2021).
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, lanjut Najib, pihaknya sebisa mungkin akan menerapkan pembatasan waktu kunjung bagi wisatawan.