Breaking News:

Berita Pendidikan

Mulai 1 Desember 2021, Universitas Negeri Dilarang Mengangkat Dosen Tetap Non-PNS. Ini Alasannya

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melarang universitas negeri mengangkat dosen tetap non-PNS baru.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Tangkapan layar seminar terkait dosen honorer yang diadakan Komunitas Sevima, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melarang universitas negeri mengangkat dosen tetap non-PNS baru.

Kebijakan yang berlaku mulai 1 Desember 2021 tersebut tertuang dalam SE bernomor 68446/A.A3/TI.00.02/2021 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendikburistek.

Serupa dengan fenomena guru honorer di sekolah, dosen di kampus negeri selama ini terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-PNS atau honorer.

Direktur Sumberdaya Kemendikbudristek, Dr Mohammad Sofwan Effendi menyatakan, larangan ini sebenarnya bukan aturan yang dikeluarkan dari Kemdikbudristek.

"Kebijakan ini merupakan amanat dari Undang Undang dan Peraturan Pemerintah 49/2018, bahwa dosen di kampus negeri seharusnya memang berstatus sebagai pegawai negeri," kata Dr Mohammad dalam webinar Komunitas Sevima, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Mahasiswa, Kamu Harus Sudah Divaksin Lengkap Kalau Ingin Ikut PTM Kampus di Kota Semarang!

Baca juga: Dapat Izin Kuliah Tatap Muka, UMP Banyumas Vaksinasi Mahasiswa dan Warga Radius 3 Km dari Kampus

Baca juga: Dukung Pembangunan UIN Saizu, Bupati Purbalingga Ingin Kampus Beroperasi di Masa Kepemimpinannya

Baca juga: Keren Nih, Kota Semarang Miliki Kampus UMKM Shopee, Ganjar: Saatnya Bikin Kerjaan Sendiri

Menurutnya, perekrutan dosen baru di kampus negeri wajib dilakukan melalui seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), yang dulu biasa disebut sebagai Seleksi CPNS.

"Kemendikbudristek telah memberikan kelonggaran selama kurang lebih tiga tahun, sampai 1 Desember 2021. Ke depan, dosen wajib melalui seleksi CASN. Sehingga, diharapkan, kualitas dan kesejahteraan dosen meningkat," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, yang membidangi pendidikan, menuturkan, peningkatan kualitas dosen di kampus sudah mendesak.

Terlebih, perkembangan teknologi dan perubahan dunia berlangsung secara cepat.

Menurutnya, diperlukan pengajar terbaik untuk menyiapkan anak-anak bangsa dengan sebaik mungkin dalam menghadapi fenomena bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved