Penanganan Corona
Vaksinasi 'Ndodok Lawang' di Semarang - Bangun Tidur Langsung Ikut Vaksin
Mereka mencari para warga yang enggan divaskin tersebut dalam program 'Ndodok Lawang' dengan melibatkan anggota kepolisian.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang terus gencarkan vaksinasi jelang libur Nataru terutama menyasar para warga yang enggan divaksin dengan berbagai alasan.
Mereka mencari para warga yang enggan divaskin tersebut dalam program 'Ndodok Lawang' dengan melibatkan anggota kepolisian.
Seperti yang dilakukan tim Vaksinator Puskesmas Bugangan dan Bhabinkamtibmas Polsek Semarang Timur.
Baca juga: Siap-siap, Lapak PKL Mijen Semarang Bakal Ditertibkan, Kebutuhan Pelebaran Jalan Tahun Depan
Baca juga: Proyek Tol Semarang-Demak Masuk Proses Tender, Belum Ada Solusi untuk Lahan Terendam Air
Baca juga: Warga Lamper Tengah Kota Semarang Minta Embung Resapan, Bosan Selalu Kebanjiran saat Hujan Deras
Baca juga: Evaluasi Tahap III PTM Terbatas di Semarang, Terapkan Tes Sampling PCR Kepada Siswa dan Guru
Mereka menyisir warga yang enggan divaksin di wilayahnya.
Vaksinasi door to door itu, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Semarang Timur, Aipda Sukatmo, berkeliling menggunakan pengeras suara.
Dia melakukan sosialiasi mengajak warga untuk vaksin, Selasa (14/12/2021).
Meski sudah mengajak warga vaksin, petugas masih mendapati beberapa warga yang menolak untuk divaksin,
“Nggak, Saya nggak mau vaksin."
"Banyak yang meninggal habis vaksin," ujar warga pendatang asal Salatiga, Siti Mukayah (63) saat disambangi petugas, Selasa (14/12/2021).
Mukayah berucap, menolak divaksin atas instruksi anaknya.
"Anak saya melarang saya untuk vaksin."
"Jadi jangan paksa saya untuk divaksin," tegasnya.
Berbeda dengan Siti Mukayah, warga lain, Taufik Nur (22), juga sempat menolak divaksin.
Namun, setelah mendapat penjelasan dari petugas, Taufik akhirnya bersedia disuntik vaksin.
Dalam vaksinasi ndodok lawang, tim vaksinator mendatangi setiap rumah warga dan mengajak untuk vaksin di tempat.
Bahkan, ada beberapa warga yang tengah asyik tidur siang dibangunkan petugas.
Selepas tahu ada program vaksin secara langsung, mereka lantas bersedia divaksin.
“Masih tidur tadi."
"Dengar pintu diketuk dan ada polisi, ternyata mau nyuntik vaksin."
"Kaget juga senang didatangi petugas."
"Jadi nggak perlu datang ke Puskesmas dan antre,” kata warga Bugangan, Nur Asiah kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (14/12/2021).
Sementara itu, Koordinator Vaksinator Puskesmas Bugangan, dr Krisitiana, mengatakan, vaksinasi ndodok lawang merupakan strategi Pemkot Semarang dalam rangka percepatan vaksinasi.
Pencapaian hampir 100 persen dalam vaksinasi dosis pertama.
Disusul vaksinasi dosis kedua dengan target 100 persen pada akhir 2021.
"Kami lakukan percepatan vaksninasi apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru ini."
"Kami antisipasi munculnya kluster baru selama liburan itu."
"Dan kami lihat, sebagian besar masyarakat senang dan berantusias dalam mendapat vaksin,” tandas dr Kristiana kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (14/12/2021). (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Sudah Dapat Restu Kementerian, Alas Bromo Karanganyar Bakal Disulap Jadi Tempat Kuliah dan Wisata
Baca juga: 165 Warga Kebumen Ikuti Seleksi Magang Kerja ke Jepang, Jika Lolos Bakal Difasilitasi Kemenaker
Baca juga: 1.588 Warga Tertipu Arisan yang Dikelola Kakak Beradik di Cilacap, Kerugian Tembus Rp 13,5 Miliar
Baca juga: Pilkades Serentak Banyumas Digelar 15 Desember, Pemilih Wajib Sudah Vaksin Covid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ndodok-lawang-suntik-vaksin-semarang.jpg)