Berita Jawa Tengah
Semua Alun-alun Wilayah Kabupaten Pati Bakal Ditutup Saat Malam Pergantian Tahun
Penutupan alun-alun tersebut merupakan bagian pembatasan kegiatan masyarakat pada Nataru yang diberlakukan 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Semua alun-alun yang berada di Kabupaten Pati akan ditutup mulai 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.
Hal itu demi mencegah potensi kerumunan yang akan menimbulkan penularan Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Persiapan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (13/12/2021).
Baca juga: UMKM Kabupaten Pati Dikenalkan Metode Transaksi Gunakan QRIS, Wabup Safin Contohkan Tiongkok
Baca juga: Jelang Libur Nataru, Kapolres Pati: Tolong Aktifkan Lagi Posko PPKM Mikro Tingkat Desa
Baca juga: Kendarai Motor Listrik Gesits Kelilingi Pendopo, Tanggapan Wabup Pati: Halus Mesinnya
Baca juga: Laporan BRI Pati - Miliki 84.106 Debitur UMKM, Salurkan Rp 1,8 Triliun KUR Mikro
Penutupan alun-alun tersebut merupakan bagian dari pembatasan kegiatan masyarakat pada momen Nataru yang diberlakukan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Haryanto mengatakan, aktivitas dan mobilitas masyarakat selama momen Nataru akan diatur.
“Sehingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi harus dioptimalkan, baik di tempat perbelanjaan, wisata, maupun tempat lain,” ujar dia kepada Tribunbanyumas.com, Senin (13/12/2021).
Untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat Nataru, Haryanto juga melarang masyarakat mengadakan pesta, pawai, dan arak-arakan pada malam pergantian tahun.
“(Pesta) yang berpotensi menimbulkan kerumunan dilarang."
"Baik itu yang terbuka maupun tertutup,” tegas Haryanto. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Desa Bojonggede Punya Replika Jembatan Lengkung Merah, Bupati Kendal: Bisa Jadi Destinasi Wisata
Baca juga: Takut Dititipi Bom, Sopir Truk Serahkan Kardus ke Polisi Semarang. Saat Dibuka, Ada Sabu 8 Kilogram
Baca juga: Vaksinasi Covid untuk Anak 6-11 di Kudus Baru Digelar Tahun Depan, Bupati Hartopo: Tunggu Lansia
Baca juga: Performa PSIS Semarang Dinilai Menurun, Panser Biru Pertanyakan Kepemimpinan Imran sebagai Pelatih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/haryanto-soal-pasien-covid-19-di-pati.jpg)