Berita Jawa Tengah

Desa Bojonggede Punya Replika Jembatan Lengkung Merah, Bupati Kendal: Bisa Jadi Destinasi Wisata

Dico mengajak masyarakatnya untuk bersama pemerintah dalam membangun daerah, untuk Kabupaten Kendal lebih maju di masa yang akan datang. 

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
PEMKAB KENDAL
Sejumlah warga melihat pameran bonsai di replika jembatan lengkung merah Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Minggu (12/12/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyambut terbangunnya fasilitas baru berupa replika jembatan lengkung merah di Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Pembangunan fasilitas umum berupa jembatan ikonik ini terealisasi sejak dimulai tahun lalu.

Bupati Dico berharap, fasilitas umum di tepi sawah ini bisa dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) untuk masyarakat. 

Sehingga, berpotensi menjadi daya tarik wisata yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

Baca juga: Keputusan Resmi Disdikbud Kendal - Libur Semester Sekolah Ditiadakan, Penyerahan Rapor Diundur

Baca juga: Bupati Kendal Dico Janji Revitalisasi Taman Kota Dimulai 2022, Termasuk Alun-alun Weleri

Baca juga: Dalam Setahun di Kendal, Luasan Lahan Pertanian Berkurang Hingga 3.000 Hektare, Ini Penyebabnya

Baca juga: Harga Bawang Merah Anjlok di Kendal, Cuma Laku Maksimal Rp 9.000 per Kg, Normalnya Capai Rp 20.000

"Jembatan ini juga bisa menjadi suatu kebanggaan bahwa Kendal memiliki jembatan unik," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (13/12/2021).

Dico mengajak masyarakatnya untuk bersama pemerintah dalam membangun daerah, untuk Kabupaten Kendal lebih maju di masa yang akan datang. 

Seperti dengan mensupport destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kendal, dan segala bentuk inovasi yang membangun oleh masyarakat.

"Dalam membangun Kendal, masyarakat harus kompak, pemerintahnya juga kompak."

"Sehingga dalam jangka waktu dekat, Kendal akan lebih baik dan lebih sejahtera," katanya.

Dico berpesan, apa yang sudah dilakukan dan diihktiarkan Pemerintah Desa Bojonggede harus bisa dilestarikan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Bojonggede, Didik Hariwan menerangkan, pembangunan replika jembatan lengkung merah ini menjadi salah satu fasilitas umum RTH di desanya.

Pihaknya memberi nama ikon tersebut dengan sebutan "Cokro Bahu" yang diambil dari nama salah satu Tumenggung Mataram dan nama Bupati Kendal sejak zaman Kerajaan Mataram.

Dengan maksud agar para generasi muda Kendal bisa terus mengingat jasa-jasa para pendahulu yang sudah berjuang.

"Nah jembatan ini diresmiskan disertai pameran bonsai oleh para pemuda desa selama 5 hari dengan mengangkat tema 'Labuh Bebrayan Gumegrah Bumi Bahurekso'," tutur dia. (*)

Baca juga: Suami Istri di Brebes Gadaikan 13 Mobil Rental, Beralasan Sewa Mobil untuk Pergi ke Jakarta

Baca juga: Dua Motor Adu Banteng di Jalan Pancasila Kota Tegal, Pengendara Yamaha Sempat Tak Sadarkan Diri

Baca juga: Rambutan Jadi Sirup dan Selai, Begini Cara Warga Pemalang Pamer Produk ke Wagub Jateng

Baca juga: Pemancing Asal Pemalang Diduga Hanyut di Sungai Kaligenteng Pekalongan, Pergi Sejak 21 November

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved