Berita Ekonomi Bisnis

Laporan BRI Pati - Miliki 84.106 Debitur UMKM, Salurkan Rp 1,8 Triliun KUR Mikro

Pelaku UMKM di Pati tidak hanya melakukan pemasaran dan penjualan secara tatap muka, melainkan juga melalui metode digital.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin melakukan pembayaran secara nontunai menggunakan QRIS dalam Bazar Digital UMKM di halaman kantor Dinkop UMKM Kabupaten Pati, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah dan lembaga keuangan berupaya untuk tetap menggerakkan perekonomian.

Satu di antaranya ialah dengan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM).

Bentuk dukungan tersebut seperti pemberian pinjaman modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro.

Baca juga: UMKM Kabupaten Pati Dikenalkan Metode Transaksi Gunakan QRIS, Wabup Safin Contohkan Tiongkok

Baca juga: Akhir November, Dua Bocah Asal Malaysia Dideportasi, Sudah Overstay Setahun Lebih di Kabupaten Pati

Baca juga: Belum Pernah Kalah! Persebi Boyolali Melenggang ke Final Liga 3 Zona Jateng, Tantang Persipa Pati

Baca juga: Kendarai Motor Listrik Gesits Kelilingi Pendopo, Tanggapan Wabup Pati: Halus Mesinnya

Pada 2021 ini, Kantor Cabang (Kanca) BRI Pati menyalurkan KUR Mikro hingga Rp 1,8 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu, dimana KUR Mikro yang disalurkan oleh BRI Pati mencapai RP 1,4 triliun.

Hal tersebut disampaikan Manajer Pemasaran Mikro Kantor Cabang BRI Pati, Isnawan Handy Saputra kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (11/12/2021).

“Itu (penyaluran KUR) sebagai apresiasi kami dan pemerintah untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Pati."

"Hingga November 2021, kami memiliki 84.106 debitur nasabah UMKM."

"Adapun November tahun lalu, 77.811 pelaku usaha."

"Jadi ada kenaikan 6.295 debitur,” papar Isnawan.

Dia berharap, melalui program KUR Mikro ini, UMKM bisa tetap tumbuh pesat meski dihantam pandemi.

Dia juga mendorong agar pelaku UMKM di Pati tidak hanya melakukan pemasaran dan penjualan secara tatap muka, melainkan juga melalui metode digital, seperti melalui e-Commerce.

Sementara, Bupati Pati Haryanto mengatakan, memang pelaku UMKM termasuk kelompok masyarakat yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

Karena itu dia mendukung terlaksananya Bazar Digital UMKM ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved