Berita Jawa Tengah

Akhir November, Dua Bocah Asal Malaysia Dideportasi, Sudah Overstay Setahun Lebih di Kabupaten Pati

Pada akhir November 2021, dua warga negara Malaysia di Pati, yang masih di bawah umur dipulangkan ke negara asalnya.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Pati, Raden Susetyo, memaparkan capaian kinerja instansinya selama 2020-2021 dalam konferensi pers, Selasa (7/12/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Selama 2021, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Kabupaten Pati mendeportasi tiga warga negara asing (WNA).

Satu merupakan WNA asal Korea Selatan, sedangkan dua lainnya merupakan warga Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Subseksi Penindakan Keimigrasian Kanim Kelas I Non TPI Kabupaten Pati, Angga Adwiyantara, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Dua ASN Pemkab Pati Terbukti Terima Bansos Covid-19, Tri Haryumi: Situasi Dilematis Bagi Kami

Baca juga: Kontrak Habis, Berikut Kalimat Perpisahan Manajemen AHHA PS Pati Kepada Joko Susilo

Baca juga: Persipa Pati Dapat Tiket Partai Final Liga 3 Jawa Tengah, Kalahkan PSIP Pemalang Lewat Adu Finalti

Baca juga: Membanggakan! Novel Karya Siswi MAN 1 Pati Diangkat ke Layar Kaca, Berawal dari Tulisan di Wattpad

“Pada Juli 2021, kami deportasi warga negara Korea Selatan, perihal pelanggaran Pasal 122 UU Ke imigrasian,” kata dia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/12/2021).

Dia mengatakan, warga Korsel tersebut sebelumnya menjalani hukuman di rumah tahanan (rutan) Jepara dan baru bebas pada Februari 2021.

“Tapi kami baru bisa deportasi Juli 2021 karena saat mau berangkat ke Korea."

"Ternyata hasil PCR yang bersangkutan positif Covid-19."

"Jadi tertunda selama beberapa bulan baru bisa deportasi,” ujar Angga.

Selanjutnya, pada akhir November 2021, dua warga negara Malaysia yang masih di bawah umur dipulangkan ke negara asalnya.

“Mereka anak-anak usia 13 dan 12 tahun, berada di Tayu, Kabupaten Pati sejak Maret 2020."

"Saat mau pulang, Malaysia melakukan lockdown, sehingga mereka tidak bisa pulang."

"Sehingga kedua anak ini overstay sampai 2021,” jelas Angga.

Baru saat lockdown dibuka, dua anak ini pihaknya antarkan awasi keberangkatannya sampai Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang.

Pemulangan dilakukan karena mereka sudah overstay hampir 1,5 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved