Penanganan Corona
Begini Cara Kabupaten Kudus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Utamanya Varian Baru Bernama Omicron
Data Dinkes Kabupaten Kudus, hingga 1 Desember 2021 vaksinasi pada masing-masing kelompok masyarakat telah melebihi 50 persen.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kabupaten Kudus menyiapkan segenap langkah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19.
Apalagi baru-baru ini ada varian baru B.1.1.529 atau yang disebut Omicron.
“Di antara langkahnya yakni meningkatkan atau mempertinggi testing, tracing, dan treatment,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Manajemen Tunggak Pembayaran Denda, Persiku Junior Kudus Terancam Gagal Ikuti Piala Suratin
Baca juga: Bupati Kudus: Kami Siap Jika Harus Kucurkan BLT Buruh Rokok Rp 45,1 Miliar
Baca juga: Bupati Kudus Sarankan Buruh Tempuh Penyelesaian Bipartit Jika Tak Puas dengan Nominal Kenaikan UMK
Baca juga: Dukung Lomba Gantangan Perkutut, Bupati Kudus: Ini Warisan Budaya Leluhur
Badai mengatakan, pihaknya juga akan selalu menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan.
Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, sampai menghindari kerumunan.
Kemudian langkah antisipasi yang tidak kalah penting yakni vaksinasi.
“Setidaknya masyarakat itu memiliki pemahaman yang sama."
"Yakni vaksin itu bisa menjaga kemungkinan terburuk jika kena virus,” ujar Badai.
Dari data Dinkes Kabupaten Kudus, hingga 1 Desember 2021 vaksinasi pada masing-masing kelompok masyarakat telah melebihi 50 persen.
Misalnya kelompok tenaga kesehatan vaksinasi sudah mencapai 7.805 nakes untuk dosis pertama atau 141,86 persen.
Sedangkan untuk dosis kedua sudah 7.626 nakes atau 138.60 persen.
Kemudian untuk kelompok pelayan publik dosis pertama sudah 59.771 orang atau 113,50 persen.
Dan untuk dosis keduanya sebanyak 53.438 orang atau 101,48 persen.
Selanjutnya kelompok lansia di Kudus capaian vaksinasinya pada dosis pertama sudah 38.611 orang atau 54.31 persen.
Untuk dosis kedua sudah 20.787 orang atau 29.24 persen.