Berita Jawa Tengah
Karena Sudah Terkonsep Baik, Perumahan Komunitas di Penyangkringan Kendal Jadi Jujukan Studi Banding
19 kabupaten/kota dari 6 provinsi di antaranya melakukan pembelajaran langsung di lokasi pembangunan rumah komunitas Kendal yang terkonsep baik.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pembangunan perumahan komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal menjadi jujugan studi banding pemerintah daerah lain.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Surakarta dan Kabupaten Kendal sebagai objek Horizontal Learning DAK Integrasi 2021 yang diikuti semua kabupaten/kota di Indonesia.
Baca juga: Penghijauan Sasar Lima Area Bekas Galian C di Kendal, Tiap Hektare Seribu Pohon
Baca juga: 5 Lahan Bekas Galian C di Kendal Bakal Direboisasi, DLH Targetkan Rampung 2021
Baca juga: Vaksinasi Pelajar di Kendal Sudah Tembus 90,6 Persen, Dinkes: Stok Vaksin Masih Aman
Baca juga: Omzet Penjualan Serbuk Rempah Warga Kendal Tembus Rp 23 Juta Per Bulan, Ini Kuncinya
19 kabupaten/kota dari 6 provinsi di antaranya melakukan pembelajaran langsung di lokasi pembangunan rumah komunitas Kendal yang dinilai terkonsep secara baik.
Meliputi, Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Koordinator Bidang Perumahan Kementerian PPN/Bappenas, Nurul Wajah Mujahid mengatakan, pembelajaran langsung ini sebagai media untuk mengetahui konsep program yang diterapkan Pemkab Kendal.
Dengan itu, peserta yang terdiri dari unsur Bappeda, Disperkim, dan Dinas Pekerjaan Umum tiap daerah bisa mereplikasi (meniru) apa yang dilakukan Pemkab Kendal dalam menyediakan perumahan yang terjangkau dan terpadu.
"Kami dari Bappenas memfasilitasi kegiatan ini dengan mengajak langsung 50-an peserta dari 19 kabupaten/kota."
"Tujuannya untuk melihat dan belajar bagaimana kegiatan ini direncanakan, disiapkan, dan apa saja yang dilakukan pemerintah dan masyarakat," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/11/2021).
Nurul berharap, dengan pembelajaran langsung ini dapat mempermudah pemerintah daerah lain dalam mereplikasi, menyempurnakan program serupa sesuai kondisi daerah masing-masing.
Sehingga kabupaten/kota yang sudah siap bisa mengikuti jejak 11 kabupaten/kota yang mendapat dana DAK terintegrasi pembangunan rumah pada 2021.
"Kami memfasilitasi itu bersama Kementerian PUPR."
"Pemda harus menyusun perencanaannya, diajukan, dan dinilai mana yang paling siap, memungkinkan dan punya program," jelasnya.
Nurul menegaskan, pada 2022 ada empat program pembangunan serupa yang akan jadi percontohan.
"Prinsipnya, dananya ada tinggal kuncinya ada di pemerintah daerah masing-masing," tegas dia.
Kepala Disperkim Kabupaten Kendal, M Noor Fauzie menyampaikan, pembangunan rumah komunitas di Penyangkringan sudah berjalan 85 persen.