Berita Kebumen Hari Ini

Puluhan Warga Desa Trikarso Dikabarkan Terjangkit DBD, Tiga Jalani Perawatan di RSUD Kebumen

Meski telah dilakukan fogging, warga diimbau untuk hidup sehat dengan tidak membiarkan nyamuk berkembang biak.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
FREEPIK.COM
ILUSTRASI nyamuk demam berdarah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. 

20 warga Dukuh Sangkeh, Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen terjangkit DBD.

Tiga di antaranya sedang menjalani perawatan di RSUD Kebumen. 

Baca juga: Hingga Oktober 2021, APBD Kebumen Terserap 85, 17%. Bupati: Akhir Tahun Mungkin Bisa Dekati 100%

Baca juga: Pedagang Cilok Dapat Bantuan Rombong Motor, Pesan Bupati Kebumen: Jangan Malah Dijual

Baca juga: Setelah Viral Ambulans dan Angkot Sebrangi Sungai, Bupati Kebumen Janji Bangun Jembatan untuk Mobil

Baca juga: Bupati Kebumen Datangi Sungai Viral di Kedungwringin Sempor, Janji Segera Bangun Jembatan

Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, Dinkes Kabupaten Kebumen, Puskesmas, dan Pemdes sampai melakukan fogging di rumah warga, Jumat (26/11/2021). 

Fogging adalah tindakan pengasapan untuk membunuh nyamuk secara luas.

Sayangnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk.

Kasi Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman mengatakan, meski telah dilakukan fogging, warga diimbau untuk hidup sehat dengan tidak membiarkan nyamuk berkembang biak.

Yakni melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus.

"Kami ingatkan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat di musim penghujan."

"Seperti gerakan PSN 3M Plus," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (27/11/2021). 

PSN 3M Plus yang dimaksud yakni menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air semisal bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, hingga penampungan air lemari es. 

Termasuk juga menutup rapat tempat-tempat penampungan air semisal drum, kendi, hingga toren air. 

Serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.

Plusnya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved