Breaking News:

Berita Salatiga

Wali Kota Salatiga Ingatkan Warga Cegah DBD dan Chikungunya, Sejak Oktober Puluhan Warga Terjangkit

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penanganan chikungunya dan demak berdarah dengue (DBD), disampingi Covid-19.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penanganan chikungunya dan demak berdarah dengue (DBD), disampingi Covid-19.

Sejak pertengahan Oktober 2021 hingga hari ini, ditemukan puluhan kasus chikungunya dan DBD di enam kelurahan.

Rinciannya, di wilayah Kutowinangun ada 18 orang, Margosari 25 orang, di Kemiri 30 orang, Sidorejo Kidul delapan orang, dan Krajan 10 orang.

"Sementara, di Dukuh, ada dua kasus DBD di bulan November ini. Ini laporan yang masuk, bisa juga lebih banyak dari angka tersebut," terang Yuliyanto, dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Ayah di Salatiga Tega Cabuli Anak Kandung, Terbongkar saat Anak Coba Bunuh Diri di Sekolah

Baca juga: Aksi Kapolres Salatiga Kunjungi Warga Sakit dan Kurang Mampu, Mulai Pijit hingga Beri Sembako

Baca juga: 21 Kelurahan di Salatiga Nol Kasus Covid, Tinggal 4 Pasien yang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Petik Poin Penuh dari PSISa Salatiga, Persebi Boyolali Tambah Pede Melaju ke 10 Besar Liga 3 Jateng

Menurut Yuliyanto, pemkot telah melakukan tindakan penanganan berdasarkan laporan itu.

Di antaranya, penyelidikan epidemilogi dengan petugas datang ke lokasi, penyuluhan oleh petugas puskesmas, abatisasi, dan fogging.

"Juga dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mandiri dan serentak oleh masyarakat," jelasnya.

Yuliyanto meminta masyarakat aktif membersihkan lingkungannya di musim hujan ini.

Pemberantasan nyamuk pembawa virus Chikungunya dilakukan dengan membersihkan tempat-tempat menjadi sarang nyamuk.

"Periksa bak penampungan air untuk memastikan bersih dari jentik nyamuk. Di musim penghujan ini, banyak timbul genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," ungkapnya.

Selain langkah antisipatif tersebut, kata Yuliyanto, juga dikeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penanganan Covid-19, Chikungunya, dan Demam Berdarah Dengue.

"Ini harus menjadi gerakan serentak agar tidak semakin mewabah," kata Yuliyanto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Chikungunya dan DBD Merebak di Salatiga, Puluhan Orang Terjangkit".

Baca juga: Jadi Kado di Hari Guru Nasional, Siswa SMP Negeri 1 Kudus Berlomba Lukis Wajah Wali Kelas

Baca juga: Pilkades Serentak di Banyumas Siap Digelar, Pemilih Dibatasi 500 Orang Per TPS

Baca juga: Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Gaji Guru Honorer Setara UMK: Tidak Ada, Ya Gaji Kita yang Dikurangi

Baca juga: Disdik Kota Semarang Izinkan Sekolah Menambah Dua Jam Pelajaran, Boleh Ada Waktu Istirahat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved