Berita Batang
DLH Batang Bakal Tutup TPS di Pinggir Jalan. Sebagai Ganti, Siapkan Motor Kontainer Sampah
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang berencana menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang ada di pinggir jalan protokol.
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang berencana menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang ada di pinggir jalan protokol.
Pasalnya, beberapa waktu terakhir, terlihat, sampah di TPS pinggir jalan overload hingga mengganggu kenyamanan.
Kepala DLH Batang Akhmad Handy Hakim mengatakan, terkait rencana ini, pihaknya membeli lima motor kontainer sampah.
TPS yang akan ditutup di antaranya yang ada di pinggir Jalan Pemuda dan Jalan Tentara Pelajar di Desa Kalisalak.
"Penambahan armada ini kami harapkan menjadi solusi atas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pinggir jalan karena terlihat sangat kumuh," tuturnya saat ditemui, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: Gagal Lakukan Truk Oleng, Remaja Serempat Tiga Penonton di Batang. Ternyata, Bawa Kabur Truk Ayah
Baca juga: Musim Penghujan Datang, Dinkes Batang Minta Warga Mewaspadai DBD
Baca juga: Dorong Warga Binaan Jadi Atlet, Rutan Batang Gelar Lomba Angkat Besi bagi Tahanan
Baca juga: Kapal Nelayan Tersambar Petir di Perairan Batang, Satu ABK Hilang
Nantinya, sampah yang diangkut sepeda motor kontainer akan langsung di bawa ke Tempat Pembungan Akhir (TPA).
Hal ini juga bertujuan mengurangi beban sampah di TPS.
"Sebagai solusi, nanti, warga yang biasa buang sampah di TPS itu akan diberi bantuan armada sepada motor kontainer ke desa dengan sistem pinjam pakai," jelasnya.
Menurutnya, dipilihnya motor kontainer sampah ini karena biaya operasionalnya lebih murah dibandingkan truk sampah, misalnya untuk BBM dan tenaganya.
Handy mengatakan, pengadaan armada baru sepada motor kontainer sampah bersumber dari sisa dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020.
"Tahun 2020 kemarin itu ada anggaran DAK tetapi gagal lelang. Alhamdulillah, tahun ini, berhasil pengadaan lima unit sepeda motor kontainer dengan nilai anggaran Rp 300 juta," ujarnya.
Adapun untuk biaya operasional dan perawatan, diserahkan kepada pihak desa penerima pinjam pakai motor kontainer.
"Kalau memang nanti belum ada yang mengampu biaya operasionalnya, sementara, sepeda motor gerobak sampah akan di handel dari DLH," ujarnya. (*)
Baca juga: SBY Minta Doa: Didiagnosa Terkena Kanker Prostat, Akan Berobat ke Luar Negeri
Baca juga: 5 Anak Berambut Gimbal Jalani Potong Rambut di Dieng, Permintaan Alwi Nonton Rewo-rewo Terkabul
Baca juga: Komdis PSSI Cabut Sanksi bagi Pemain AHHA PS Pati, Syaiful Indra Cahya Boleh Perkuat Tim Lagi
Baca juga: Demi Dapat Nomor Urutan Vaksin Covid, Warga Siwalan Kabupaten Pekalongan Antre Sandal sejak Subuh