Breaking News:

Berita Pati

Pertunjukan Belum Boleh Digelar, Pranatacara di Pati Banting Setir Jadi Pembuat Layangan

Setelah pandemi menerjang, pekerjaan Jumadi di dunia pertunjukan terpaksa berhenti. Dia kemudian alih profesi sebagai pembuat layangan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Jumadi (48) menunjukkan layang-layang buatan di rumahnya di Dukuh Terbaos, Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Minggu (17/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati belum mengizinkan pementasan kesenian di tempat terbuka lantaran Pati masih berada di level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kebijakan ini tentu berdampak pada perekonomian para pekerja seni pertunjukan hingga membuat terpuruk.

Hal tersebut juga dialami Jumadi (48), warga Dukuh Terbaos, Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Jumadi bekerja sebagai pembawa acara atau pranatacara di panggung-panggung hiburan.

Setelah pandemi menerjang, pekerjaannya di dunia pertunjukan terpaksa berhenti. Dia pun harus memutar otak untuk mencari sumber pendapatan lain.

Baca juga: Joko Susilo Resmi Tukangi AHHA PS Pati, Gantikan Ibnu Grahan

Baca juga: ASN Pemkab Pati Ini Kalah Suara di Pilkades PAW Margomulyo, Haryanto: Tidak Usah Dipikir

Baca juga: Kisah Sedih Mbah Ngasni, Lansia Asal Pati Ini Hidup Sebatang Kara, Terpaksa Diboyong ke Rembang

Baca juga: Sasaran Vaksinasi Tiap Puskesmas Ditambah di Pati, Bupati Haryanto: Tiap Hari 500 Orang

Kini, ia mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan menjadi pengrajin layang-layang.

"Saya dapat ide membuat layang-layang saat sedang berjemur. Karena saat pandemi ini, kita dianjurkan untuk berjemur."

"Saat itu, saya berpikir, kok enggak ada kegiatan. Akhirnya, saya buat layang-layang sambil berjemur," ujar Jumadi saat ditemui di kediamannya, Minggu (17/10/2021).

Setelah jadi satu buah layang-layang, dia memajang di teras rumah. Tak disangka, ada orang lewat yang tertarik pada layangan buatan Jumadi. Orang tersebut kemudian membeli.

"Setelah itu, ada pesanan terus, orang minta dibuatkan layang-layang berbagai bentuk. Akhirnya, malah jadi sumber penghasilan," ungkap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved