Berita Purbalingga
Desain Purbalingga Islamic Center Terus Dimatangkan, Ada Dua Pilihan yang Ditawarkan Tim ITB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bertemu tim Review Design Purbalingga Islamic Center (PIC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bertemu tim Review Design Purbalingga Islamic Center (PIC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tim yang terdiri dari enam orang itu memaparkan hasil kajian review design PIC kepada bupati yang didampingi Sekda Herni Sulasti, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Agus Winarno, serta sejumlah pejabat terkait lain.
Tiwi, sapaan bupati, mengatakan, review design PIC diperlukan agar pembangunan PIC dapat dilanjutkan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab.
"Komitmen kami, dalam kurun waktu 3,5 tahun ini, PIC sudah dapat dimanfaatkan lewat cara memaksimalkan fungsi bangunan yang sudah ada," ujar Tiwi di Ruang Rapat Bupati, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: Pemkab dan DPRD Purbalingga Sepakati KUA PPAS 2022, Ada Pergeseran Sejumlah Kegiatan
Baca juga: Selamat, Desa Selabaya Purbalingga Juara Posko Covid-19 dan Jaga Tangga Tingkat Kabupaten
Baca juga: Beginilah Ucap Syukur Sundari Terima Bantuan Pemkab Purbalingga, Anaknya Alami Hidrocefalus
Baca juga: Desa Tegalpingen dan Tumanggal Terhubung Jalan Baru, TMMD Tahap III 2021 Purbalingga Resmi Ditutup
Tim review design dari ITB memberikan dua alternatif design lanjutan pembangunan PIC.
Melalui kajian yang dilakukan, bangunan yang sudah ada akan dimaksimalkan sebagai masjid yang dilengkapi fasilitas pendukung.
Pada design sebelumnya, bagian tengah bangunan eksisting semula akan ditempatkan bangunan kabah.
Namun, pada review design dimanfaatkan sebagai area masjid yang mampu menampung lebih dari 872 jamaah.
Asisten tenaga ahli arsitektur DR-Ing Andry Widyowijatnoko, ST MT, tim menyajikan dua alternatif pilihan design PIC yang nantinya dapat dipilih sesuai anggaran yang disediakan.
Kedua design itu, lanjutnya, memanfaatkan bangunan utama replika Masjidil Haram dengan menutup atapnya menggunakan atap struktur membram atau perisai struktur baja.
Design pertama dengan konsep Green Mosque Design yang makmur dan Instagramable.
Design bergaya industrialis mampu mendekatkan generasi milenial dengan nilai-nilai Islami.
Bangunan replika Masjidil Haram cukup untuk menjadikan Purbalingga Islamic Center berfungsi.
Pada design ini, hanya perlu tambahan pekerjaan arsitektural dan sedikit pada pekerjaan struktural.
Sementara, Surveyor tim ITB Ar Gusti Yan Iwako ST MUD menuturkan, alternatif design yang kedua, pihaknya membuat PIC lebih ikonik dengan konsep Islamic universal design.
Baca juga: Cegah Abrasi di Pantai Lengkong Cilacap Meluas, BBWS Serayu Opak Akan Bangun Tanggul Darurat
Baca juga: Selamat, Empat Aplikasi Pemkab Banyumas Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2021 Jateng
Baca juga: Tiga Hari di Unsoed Purwokerto, 1.841 Peserta SKD CPNS Pemkab Banjarnegara, Berebut 381 Formasi
Baca juga: Kisah Sedih Mbah Ngasni, Lansia Asal Pati Ini Hidup Sebatang Kara, Terpaksa Diboyong ke Rembang
Bangunan replika Masjidil Haram sebagai Islamic Center akan mampu hidup mandiri dari penyewaan hall untuk pernikahan, ruang pertemuan, coworking space, ruang kantor, dan kafe yang ada.