Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Optimalkan PAD Karanganyar, Waktunya Masifkan Digitalisasi Transaksi Keuangan, Ini Caranya

Kabupaten Karanganyar menempati posisi ketiga dalam penilaian indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (IETP) pada Triwulan II.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Rakor TP2DD di Podang I Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar akan mendorong perluasan digitalisasi transaksi keuangan dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala BKD Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato menyampaikan, sebenarnya digitalisasi transaksi keuangan sudah berjalan di beberapa organisasi perangkat daerah.

Seperti E-Pajak, E-Retribusi di Pasar Matesih dan Nglano, Kecamatan Tasikmadu, dan E-Ticketing yang diterapkan di Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Baca juga: Jatiyoso Karanganyar Sudah Terpasang Tiga EWS, BPBD: Bantuan PSB UNS Surakarta

Baca juga: 2.523 Ibu Hamil di Karanganyar Sudah Divaksin Covid, Belum Ada Keluhan KIPI

Baca juga: Okupansi Hotel Mulai Bergeliat di Karanganyar, Hardoyo Sebut Pasca Turun Level PPKM

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, ASN Kecamatan Jumapolo Karanganyar Meninggal, Terlibat Kecelakaan

Rakor ini digelar dalam rangka pemetaan kembali potensi dan kendala dalam kaitannya optimalisasi transaksi digital di lingkungan Pemda dan masyarakat.

"Nantinya mengarah kepada optimalisasi pendapatan dan pelayanan keuangan inklusi kepada masyarakat."

"Optimalisasi pendapatan ada dari pajak daerah dan retribusi," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/10/2021).

Dalam rangka memperluas lagi digitalisasi transaksi keuangan, lanjut Pemda perlu menggandeng pihak ketiga untuk memfasilitasi sarana dan prasarananya.

Deputi Kepala KPw BI Surakarta, Gunawan Purbowo mengatakan, Kabupaten Karanganyar menempati posisi ketiga dalam penilaian indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (IETP) pada Triwulan II.

Itu setelah Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen.

"Nilainya sudah cukup bagus, 88,56 persen."

"Memang yang perlu diperluas (transaksi digital) selain di Pemda itu juga di masyarakatnya," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya Pemda perlu menjadi contoh dan mendorong supaya transaksi digital semakin diperluas di lingkup masyarakat. (*)

Baca juga: Sebulan Bisa Panen Satu Kuintal Jangkrik Cliring, Modal Guru SD di Tegal Ini Cuma Rp 1 Juta

Baca juga: Vaksinasi Door to Door Lebih Untungkan Warga, Misal di Kelurahan Kraton Kota Tegal

Baca juga: Imran Cuti saat Ian Gillan Datang, Performa PSIS Dikhawatirkan Tak Maksimal saat Lawan Persik Kediri

Baca juga: Jelang PSIS Semarang Vs Persik Kediri - Masih Cedera, Wallace Costa dan Hari Nur Bakal Absen

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved