Rabu, 29 April 2026

Penanganan Corona

Okupansi Hotel Mulai Bergeliat di Karanganyar, Hardoyo Sebut Pasca Turun Level PPKM

Heru Isnawan berharap kepada anggota PHRI Karanganyar untuk dapat saling menjaga kaitannya dengan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Pengukuhan Kepengurusan PHRI Kabupaten Karanganyar Periode 2021-2026 di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Okupansi di wilayah Kabupaten Karanganyar mengalami kenaikan saat akhir pekan menyusul turunnya level PPKM dari semula level 3 menjadi level 2. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Kabupaten Karanganyar, Hardoyo seusai pengukuhan kepengurusan PHRI Kabupaten Karanganyar Periode 2021-2026 di Tawangmangu, Selasa (12/10/2021). 

Baca juga: Instruksi Bupati Karanganyar: Target Vaksinasi 104 Persen Harus Terpenuhi Sebelum 18 November 2021

Baca juga: Pizza Singkong Jarak Towo? Silakan Rasakan dan Nikmati, Datang Saja ke Resto Si Jarwo Karanganyar

Baca juga: Aturan Terbaru di Candi Cetho Karanganyar, Pengunjung Wajib Tunjukkan Bukti Kartu Vaksin

Baca juga: Sempat Terguling di Matesih Karanganyar, Mobil Bermuatan Ikan Lanjutkan Perjalanan seusai Dievakuasi

Hardoyo menyampaikan, adanya pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan tersendiri bagi para anggota PHRI dan pelaku usaha sektor pariwisata lainnya. 

Namun semenjak turunnya jumlah kasus aktif Covid-19 serta adanya kelonggaran aktivitas masyarakat dari Pemerintah Pusat maupun daerah, ternyata turut berdampak terhadap sektor pariwisata.

Seperti beberapa pengelola objek wisata di Kabupaten Karanganyar sudah diperbolehkan beroperasi kembali.

Selain munculnya destinasi baru dan resto di sepanjang jalur alternatif Tawangmangu-Magetan. 

"Menginjak pekan ketiga ini tidak seperti dahulu."

"Kalau ramai (pengunjung) kadang bingung, sepi ya bingung."

"Meski belum normal."

"Okupansi naik menjadi 10 persen, itu saat akhir pekan."

"Sebelumnya tidak sampai 10 persen," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/10/2021). 

Dia menuturkan, ada sekira 160 resto dan penginapan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Rata-rata penginapan didominasi homestay dan pondok wisata, selain hotel bintang. 

Kaitannya dengan program dari pemerintah, pihaknya mendorong kepada anggota PHRI untuk dapat menerapkan aplikasi Pedulilindungi di tempat masing-masing.

Sedangkan terkait vaksinasi, hampir semua karyawan dan pengelola resto dan penginapan yang tergabung dalam PHRI Karanganyar telah menerima dosis vaksin Covid-19. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved