Kamis, 30 April 2026

Berita Semarang

APBD Perubahan 2021 Kota Semarang Ditetapkan Defisit Rp 400 Juta, Ini saran Ketua DPRD

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, APBD Perubahan 2021 ditetapkan defisit Rp 400 miliar.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kerangka anggaran pada Perubahan APBD Kota Semarang 2021 mengalami defisit.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, pendapatan pada APBD Perubahan 2021 ditetapkan Rp 5,11 triliun.

Dari jumlah tersebut, Pilus, sapaannya, mengatakan, ada kekurangan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

Pihaknya pun memaklumi hal itu lantaran penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu berimbas pada seluruh sektor, termasuk pendapatan Pemerintah Kota Semarang.

Pendapatan yang diandalkan selama PPKM hanya pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Yang diandalkan pemkot adalah PBB. Sumber-sumber lain turun. Akhirnya, anggaran masing-masing OPD dirasionalisasi untuk menutup kekurangan. Termasuk, anggaran dewan dirasionalisasi Rp 19,5 miliar," kata Pilus, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: 29 PGOT Terjaring Razia Satpol PP Kota Semarang, Pengamen Manusia Silver Mendominasi

Baca juga: Ian Gillan Mulai Latih Tim PSIS Semarang, Kesan Pelatih Asal Skotlandia: Banyak Pemain Bertalenta

Baca juga: Stok Vaksin untuk Imunisasi DPT di Kota Semarang Habis, Tunggu Kiriman dari Pusat

Baca juga: Vaksinasi di Tentrem Mall Semarang, Layanan Hingga Kamis 7 Oktober 2021, Begini Cara Daftarnya

Disebutkan Pilus, program yang tidak prioritas dilakukan rasionalisasi atau direfokusing untuk menutup kekurangan.

Saat ini, Kota Semarang telah memasuki PPKM Level 2.

Karenanya, Pilus mendorong pemerintah Kota Semarang menggenjot pendapatan.

Memurutnya, hiruk-pikuk perekonomian, saat ini, sudah mulai berjalan.

Sektor hiburan dan wisata, yang kemarin sempat lesu, kini mulai bangkit.

Dia optimistis, pendapatan Kota Semarang akan meningkat.

"Insyaaah, ke depan, segera pulih kembali. Dari parkir, resto, hotel, bisa meningkatkan perekonomian," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, APBD Perubahan 2021 memang ada penurunan pendapatan berkisar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar.

Baca juga: Ada Satai Bebek Sepanjang Setengah Meter di Taman Sentana Banyumas, Mau Coba? Harga Cuma Rp 25 Ribu

Baca juga: Belum Diminta, Paguyuban Kades Kendal Tak Akan Dampingi Kades Tambahrejo Tersangka Korupsi DD

Baca juga: Bupati Kudus Perintahkan Petugas Vaksin Tak Menolak Warga meski NIK Belum Aktif

Baca juga: 144 Atlet Panahan Ikuti Turnamen Perpani Banyumas, Berebut Juara di Lima Kategori

Namun, menurutnya, penurunan pendapatan pada 2021 ini tidak separah pada 2020 lalu, yang mana penurunannya mencapai Rp 800 miliar.

Pihaknya pun akan langsung menyesuaikan dengan cara menunda beberapa program agar anggaran tidak defisit.

"APBD Perubahan, kami fokusnya masih pada upaya menyelesiakan penurunan pendapatan. Kami turun Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Kami tunda beberapa program supaya tidak defisit," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved