Breaking News:

Berita Semarang

APBD Perubahan 2021 Kota Semarang Ditetapkan Defisit Rp 400 Juta, Ini saran Ketua DPRD

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, APBD Perubahan 2021 ditetapkan defisit Rp 400 miliar.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kerangka anggaran pada Perubahan APBD Kota Semarang 2021 mengalami defisit.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, pendapatan pada APBD Perubahan 2021 ditetapkan Rp 5,11 triliun.

Dari jumlah tersebut, Pilus, sapaannya, mengatakan, ada kekurangan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

Pihaknya pun memaklumi hal itu lantaran penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu berimbas pada seluruh sektor, termasuk pendapatan Pemerintah Kota Semarang.

Pendapatan yang diandalkan selama PPKM hanya pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Yang diandalkan pemkot adalah PBB. Sumber-sumber lain turun. Akhirnya, anggaran masing-masing OPD dirasionalisasi untuk menutup kekurangan. Termasuk, anggaran dewan dirasionalisasi Rp 19,5 miliar," kata Pilus, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: 29 PGOT Terjaring Razia Satpol PP Kota Semarang, Pengamen Manusia Silver Mendominasi

Baca juga: Ian Gillan Mulai Latih Tim PSIS Semarang, Kesan Pelatih Asal Skotlandia: Banyak Pemain Bertalenta

Baca juga: Stok Vaksin untuk Imunisasi DPT di Kota Semarang Habis, Tunggu Kiriman dari Pusat

Baca juga: Vaksinasi di Tentrem Mall Semarang, Layanan Hingga Kamis 7 Oktober 2021, Begini Cara Daftarnya

Disebutkan Pilus, program yang tidak prioritas dilakukan rasionalisasi atau direfokusing untuk menutup kekurangan.

Saat ini, Kota Semarang telah memasuki PPKM Level 2.

Karenanya, Pilus mendorong pemerintah Kota Semarang menggenjot pendapatan.

Memurutnya, hiruk-pikuk perekonomian, saat ini, sudah mulai berjalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved