Breaking News:

Berita Kendal

Belum Diminta, Paguyuban Kades Kendal Tak Akan Dampingi Kades Tambahrejo Tersangka Korupsi DD

Ketua Paguyuban Kades Bahurekso Kendal angkat bicara terkait penahanan kades Tambahsari atas dugaan penyelewengan dana desa.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi tersangka ditahan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Bahurekso Kendal Abdul Malik, angkat bicara terkait dugaan korupsi yang menjerat Jiman, kepala Desa (Kades) Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kendal.

Abdul Malik mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan pendmapingan karena belum ada permintaan dari yang bersangkutan.

Abdul Malik mengaku menerima informasi penahanan Jiman oleh Satreskrim Polres Kendal pada Jumat (8/10/2021) malam.

Namun, dia belum mengetahui pasti kasus pidana yang menjerat anggota paguyuban yang dia pimpin itu.

"Kasusnya apa, (saya) belum tahu. Cuma, semalam (Jumat malam,red), saya sudah kontak Ketua Paguyuban kecamatan Limbangan. Setelah saya tanyakan, katanya terkait masalah pembangunan gedung serba guna, tiga tahun silam. Itu informasinya, detailnya saya tidak tahu," terang Abdul Malik, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Kades Tambahsari Terbukti Selewengkan Dana Desa Rp 148 Juta, Sudah Ditahan di Polres Kendal

Baca juga: Saluran Irigasi di Boja Kendal Disulap Jadi Tempat Wisata Air: Panjang 1 Km, Tak Ada Tiket Masuk

Baca juga: Disdikbud Kendal Klaim PTM Terbatas Aman, Hasil Swab Antigen Lingkungan Sekolah Negatif Semua

Baca juga: Targetkan Turun ke Level 1 PPKM, Kendal Kejar Vaksinasi 70 Persen Warga Sasaran Tercapai Oktober

Abdul Malik menegaskan, sejak mendengar informasi penangkapan itu, hingga hari ini, tidak ada komunikasi dari pihak Jiman dengan paguyuban.

Hal itu membuat paguyuban kades bahurekso tidak bisa berbuat banyak untuk mengambil sikap dan pendampingan.

"Kalau tidak ada permintaan dari yang bersangkutan, paguyuban tidak bisa melakukan pendampingan. Kalau ada komunikasi, masalah apapun berkaitan dengan kepala desa akan kami dampingi. Selagi bukan kriminal, tindakan makar, dan narkoba," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Jiman ditahan Satreskrim Polres Kendal atas dugaan penyelewengan dana desa sebesar Rp 148 juta.

Baca juga: Bupati Kudus Perintahkan Petugas Vaksin Tak Menolak Warga meski NIK Belum Aktif

Baca juga: 144 Atlet Panahan Ikuti Turnamen Perpani Banyumas, Berebut Juara di Lima Kategori

Baca juga: Mulai 11 Oktober 2021, Sentra Vaksinasi Sukowati Sragen Layani Vaksin sampai Malam. Ini Jadwalnya

Baca juga: 29 PGOT Terjaring Razia Satpol PP Kota Semarang, Pengamen Manusia Silver Mendominasi

Dana desa itu sedianya disalurkan untuk pembangunan gedung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Namun, dana yang ada diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi Jiman pada 2018.

Atas perbuatannya, Kades Jiman dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau pasal 3 dan Pasal 8 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun dengan denda maksimal Rp 1 miliar. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved