Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus Perintahkan Petugas Vaksin Tak Menolak Warga meski NIK Belum Aktif

Bupati Kudus HM Hartopo berharap setiap warganya yang datang untuk mendapatkan suntikan vaksin, bisa terpenuhi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Bupati Kudus HM Hartopo, saat ditemui wartawan di Pemkab Kudus, Jumat (23/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo berharap setiap warganya yang datang untuk mendapatkan suntikan vaksin, bisa terpenuhi. Termasuk, mereka yang memiliki masalah karena nomor induk kependudukan (NIK) belum aktif.

Mengingat, sebelumnya, ribuan warga gagal divaksin lantaran NIK mereka tidak aktif.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hartopo telah memerintahkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) menugaskan pegawainya di setiap sentra vaksinasi.

Jadi, ketika ada warga dengan NIK belum aktif, bisa segera diurus di sentra vaksinasi.

"Sekarang, Dukcapil kami libatkan dalam vaksinasi. Ketika data itu tidak bisa diaktifkan ke sistem Dukcapil, langsung segera diverifikasi untuk segera diupdate."

"Jangan sampai, lansia sudah dipanggil (vaksin) tapi karena datanya tidak masuk dalam sistem Dukcapil, disuruh balik, jangan sampai. Tidak ada yang suruh balik," kata Hartopo.

Baca juga: NIK Belum Aktif, Seribuan Warga Gebog Kudus Gagal Dapat Vaksin Covid

Baca juga: Berwal dari Mendahului Truk, Pikap dan Tiga Motor Tabrakan di Klumpit Kudus

Baca juga: Uang Rp 5,8 Miliar di Rekening Hilang Diduga Dibobol, Warga Kudus Gugat Bank BUMN ke Pengadilan

Baca juga: Lima Pebulu Tangkis PB Djarum Kudus Perkuat Skuad Thomas Cup Indonesia, Ini Harapannya

Bahkan, Hartopo menegaskan, ketika ada warga yang NIK-nya belum aktif maka bisa terlebih dulu disuntik vaksin.

Hanya saja, Disdukcapil harus memberi jaminan bahwa data NIK tersebut segera diurus agar aktif.

Ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Kudus mengingat kini, Kudus naik level menjadi level 3 PPKM dari sebelumnya level 2.

Menurut Hartopo, naiknya level tersebut bukan karena tambahan kasus aktif Covid-19 melainkan target vaksinasi untuk lansia yang belum memenuhi target.

"(Vaksinasi) sudah kami genjot mulai kemarin. Begitu level tiga turun, langsung permasalahannya apa, kami pelajari terkait masalah yang tidak bisa diupdate," kata dia.

Terkait permasalahan vaksinasi, pihaknya juga terus memantau dinas kesehatan dalam melaksanakan program vaksinasi.

Meski naik menjadi level 3, kata Hartopo, pembelajaran tatap muka secara terbatas di Kudus masih berlangsung.

Begitu juga, tempat wisata masih dibuka. Syarat protokol kesehatan tentu masih diberlakukan.

Demi mengantisipasi terjadi penularan yang terjadi di kalangan pelajar, tempo hari juga dilakukan swab antigen secara acak di sejumlah sekolah. Hasilnya, semua negatif. (*)

Baca juga: 144 Atlet Panahan Ikuti Turnamen Perpani Banyumas, Berebut Juara di Lima Kategori

Baca juga: Mulai 11 Oktober 2021, Sentra Vaksinasi Sukowati Sragen Layani Vaksin sampai Malam. Ini Jadwalnya

Baca juga: 29 PGOT Terjaring Razia Satpol PP Kota Semarang, Pengamen Manusia Silver Mendominasi

Baca juga: Ombak Laut Selatan di Kebumen Tinggi, Polisi Larang Wisatawan Mandi di Pantai

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved