Kamis, 28 Mei 2026

Berita Semarang

Nelayan Terboyo Semarang Tewas di Kolam Retensi, Cari Ikan Gunakan Perahu dari Drum Plastik

Nelayan Terboyo Semarang ditemukan tewas tenggelam di kolam retensi. Korban dilaporkan hilang setelah tak pulang dari mencari ikan.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Tim Gabungan Relawan
EVAKUASI NELAYAN - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang nelayan di kawasan Kolam Retensi Terboyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026) pagi. Korban dilaporkan hilang pada Selasa (26/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Nelayan warga Terboyo Semarang ditemukan tewas di kolam retensi, Senin pagi.
  • Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Selasa siang setelah tak pulang dari mencari ikan.
  • Dalam mencari ikan, korban hanya menggunakan drum platik sebagai perahu.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Warsito (48), warga Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas mengapung di kolam retensi Terboyo, Rabu (27/5/2026) pagi.

Korban dilaporkan hilang pada Selasa (26/5/2026), setelah tak kunjung pulang dari melaut.

Dia berangkat mencari ikan menggunakan perahu rakitan berbahan drum plastik yang dimodifikasi menjadi alat apung.

Informasi awal diterima dari warga sekitar yang melaporkan korban belum kembali sejak siang hari. 

Biasanya, korban pulang sebelum waktu magrib. 

Baca juga: Kampung Bustaman Semarang Jadi Bengkel Hewan Kurban Dadakan, Banjir Order Bersihkan Kepala Sapi

Kecurigaan muncul setelah keluarga hanya menemukan perahu rakitan berupa drum di sekitar lokasi pencarian, tanpa keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang melalui Humas Basarnas Semarang, Zulhawary Agustianto (Zulex), menjelaskan bahwa laporan resmi diterima malam hari dan tim langsung diberangkatkan ke lokasi.

"Begitu laporan masuk, tim segera bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB."

"Kami langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan perahu karet hingga tengah malam, namun hasilnya masih nihil," kata Zulex, Rabu.

Operasi SAR kemudian dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi pencahayaan dan keamanan, sebelum dilanjutkan kembali pada Rabu pagi.

Relawan Sarda Jawa Tengah, Eryadimas, yang turut dalam operasi pencarian mengungkapkan detik-detik penemuan korban terjadi di area yang tidak jauh dari titik awal pencarian.

"Sejak siang kami sudah di lokasi. Malamnya, mulai penyisiran menggunakan perahu nelayan ke titik jangkar yang sebelumnya diinformasikan warga."

"Sekitar pagi, korban ditemukan di dekat area jaring, tidak jauh dari drum putih yang juga sempat terlihat sebelumnya," ungkap Eryadimas.

Dia menambahkan, posisi korban berada di area pinggiran tambak yang agak mengarah ke tengah perairan. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved