Breaking News:

Berita Jateng

Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 2,3 Miliar, Polda Jateng Tangkap 1 Kurir di Cilacap

Polda Jawa Tengah (Jateng) menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp 2,3 miliar.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK Humas Polda Jateng
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19 Kota Solo di Kompleks Stadion Manahan, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah (Jateng) menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp 2,3 miliar.

Polisi pun telah menetapkan seorang kurir berinisial YPD (34) sebagai tersangka kasus yang terjadi di wilayah perairan Cilacap itu.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 9.320 BBL.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari pendalaman dan pengamatan terhadap nelayan pencari BBL di perairan Cilacap.

"Pada 31 Agustus, diamankan satu orang pelaku. Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jateng melakukan pembututan terhadap mobil Avansa yang dikendarai oleh YPD," jelas Luthfi di kantor Dit Polairud Polda Jateng, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Percepat Vaksinasi Buruh, Polda Jateng Kirim 3000 Vaksin bagi Karyawan Pabrik Wig di Purbalingga

Baca juga: 9 Bulan Gasak 13 Brangkas - Komplotan Alas Roban Dibekuk Tim Polda Jateng, Satu Masih DPO

Baca juga: BMKG Prediksi Terjadi Gempa Megathrust Lebih dari 8 SR di Cilacap, Ini Antisipasi yang Disarankan

Baca juga: Dapat Hibah dari KKP Senilai Rp 4,4 Miliar, Pemkab Cilacap Berharap Hasil Sektor Perikanan Meningkat

Kemudian, polisi menghentikan mobil tersebut di Jalan Jeruk Legi lalu dilanjutkan pemeriksaan.

"Dari dalam mobil, polisi menemukan ada kardus bungkus rokok berisi 1.200 ekor benih lobster jenis mutiara dan 8.120 ekor benih lobster jenis pasir," ungkap Luthfi.

BBL dengan total sebanyak 9.320 ekor itu diduga akan diselundupkan keluar negeri.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentang perubahan atas UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Sebab, BBL memang dilarang untuk diperdagangkan ekspor.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved