Berita Pendidikan Hari Ini
Kepala SMPN 1 Brangsong Kendal: Pekan Depan Semua Siswa Sudah Disuntik Vaksin
Sekira 190 sekolah mulai menggelar PTM pada pekan ini menyusul 182 sekolah yang sudah mengikuti PTM pada tahap pertama di Kendal.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - SMP Negeri 1 Brangsong, Kabupaten Kendal menargetkan semua siswanya telah tervaksin Covid-19 pada pekan depan.
Dari total 865 siswa, kini tinggal 266 siswa yang belum tervaksin.
Kepala SMP Negeri 1 Brangsong, Sri Hardanto mengatakan, pihaknya sudah menerima jadwal sisa penyuntikan vaksin bagi siswanya pada pekan depan.
Dengan itu, semua siswa termasuk juga 56 guru dan tenaga kependidikan tervaksin Covid-19 untuk membentuk herd immunity di lingkungan sekolah.
Baca juga: Tahun Ini Hingga Agustus di Kendal, 16 Ibu Hamil Meninggal Seusai Terpapar Covid-19
Baca juga: RSDC Kendal Mulai Sepi, Kasus Aktif Covid Menurun Sepekan Terakhir
Baca juga: Capaian Vaksinasi Pelajar di Kendal Masih Rendah, Padahal PTM Terbatas Hendak Diperluas
Baca juga: Bupati Dico: Warga Kendal Bisa Daftar Vaksinasi Melalui Pemdes, Begini Cara Mudahnya
"Semua guru dan karyawan kami sudah divaksin."
"Tinggal beberapa siswa, tapi pekan depan sudah ada jadwalnya dari Puskesmas."
"Bisa mendukung percepatan vaksinasi pelajar," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/9/2021).
Di SMP Negeri 1 Brangsong mulai menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Kamis (16/9/2021).
Sri Hardanto membatasi 30 persen dari jumlah siswa yang mengikuti PTM terbatas.
Terdiri dari kelas 8 dan sebagian dari kelas 7 dengan memanfaatkan 8 ruang kelas.
Setiap kelasnya terdiri dari 16 siswa, sementara siswa lainnya mengikuti pembelajaran secara daring.
"Di pekan awal PTM untuk SMP Negeri 1 Brangsong ini, ada 150 siswa yang ikut belajar di sekolah," tuturnya.
Menurut dia, PTM ini sangat ditunggu-tunggu oleh para guru dan orangtua siswa.
Sebanyak 89 persen orangtua menyetujui penyelenggaraan PTM.
Setiap harinya, siswa mengikuti 2 mata pelajaran dalam waktu 2 jam.
Sri Hardanto juga memprogramkan semua siswa mengikuti pembelajaran karakter 30-45 menit sebelum PTM secara daring.
Mulai dari wawasan kebangsaan, Pancasila, hingga kepemimpinan.
Ia berharap, pelaksanaan PTM berjalan dengan lancar agar bisa diperluas secara bertahap.
Sehingga, proses belajar mengajar di sekolah kembali seperti semula meski dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Kami lihat nanti pelaksanaan awal pekan ini."
"Selanjutnya akan kami evaluasi."
"Sudah 3 kali simulasi juga, harapan bersama PTM ini tetap aman," harapnya.
Seorang siswa, Faiz senang karena sudah bisa belajar langsung di sekolah kembali.
Katanya, ia sudah rindu dengan teman-teman sekolahnya selama belajar dari rumah.
"Sangat senang bisa sekolah lagi."
"Karena bertemu teman-teman juga, belajar bersama, jajan bareng, main juga bareng," kata Faiz.
Sementara itu, lebih dari 300 sekolah tingkat Paud, SD, dan SMP di Kabupaten Kendal sudah menggelar PTM terbatas.
Sekira 190 sekolah mulai menggelar PTM pada pekan ini menyusul 182 sekolah yang sudah mengikuti PTM pada tahap pertama. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Pegawai BKK Jateng Cabang Brebes Ditangkap Kejati Jateng, Gelapkan Setoran Nasabah Rp 2,2 Miliar
Baca juga: Sudah Disiapkan Pemkot Tegal, Dua Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Proyek City Walk
Baca juga: Butuh Informasi atau Pertolongan Cepat di Kota Pekalongan? Telepon Saja Call Center 112, Gratis!
Baca juga: Semua Bioskop di Kota Semarang Sudah Dibuka, Syarat Wajib Pengunjung Sudah Divaksin