Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Sudah Disiapkan Pemkot Tegal, Dua Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Proyek City Walk

Ada tiga golongan pedagang yang akan diperhatikan selama berlangsungnya proyek Malioboro Kota Tegal.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
DPUPR Kota Tegal memulai proyek penataan Kawasan City Walk di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Proyek pembangunan kawasan City Walk Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, mendapat penolakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pedagang kaki lima (PKL), dan mahasiswa. 

Padahal pembangunan tersebut merupakan proyek yang digadang-gadang sebagai Malioboro-nya Kota Tegal

Penolakan tersebut satu di antaranya dikarenakan belum jelasnya tempat relokasi untuk PKL. 

Baca juga: Dedy Yon Target Akhir Bulan Ini Vaksinasi di Kota Tegal Sudah 90 Persen, Berikut Upayanya

Baca juga: Alhamdulillah, Mayoritas Wisata Pantai di Kota Tegal Mulai Dipadati Wisatawan

Baca juga: Orangtua Balita Penyuka Makan Tanah Dapat Bantuan, Biaya Perbaikan Rumah dari Baznas Kota Tegal

Baca juga: Proyek Malioboro Kota Tegal Baru Dimulai Langsung Dihentikan Paksa, Ternyata Karena Hal Ini

Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Herviyanto mengatakan, ada tiga golongan pedagang yang akan diperhatikan selama berlangsungnya proyek Malioboro Kota Tegal.

Tiga pedagang tersebut yaitu PKL, pedagang pasar pagi, dan pemilik toko di sepanjang Jalan Ahmad Yani. 

Hervi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua tempat relokasi untuk para PKL. 

Sebanyak 45 PKL dipastikan akan mendapatkan tempat relokasi sementara. 

Mereka akan direlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Setia Budi Kota Tegal

"Dua tempat itu kami anggap lebih prospektif dan manusiawi."

"Lokasinya pun tidak jauh dari Jalan Ahmad Yani," kata Hervi kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/9/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved