Breaking News:

Berita Karanganyar

SMK di Karanganyar Kompak Gelar Simulasi PTM Mulai Pekan Depan, Ini Alasannya

Mayoritas sekolah tingkat SMK di Kabupaten Karanganyar mulai menggelar simulasi dan PTM terbatas, mulai pekan depan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR
Peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Mayoritas sekolah tingkat SMK di Kabupaten Karanganyar mulai menggelar simulasi dan PTM terbatas, mulai pekan depan.

Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VI Jateng, Sunarno menyampaikan, hingga hari ini, baru ada beberapa sekolah tingkat SMA dan SMK, baik negeri dan swasta, yang menggelar simulasi dan PTM terbatas.

Beberapa sekolah yang dimaksud di antaranya, SMA Negeri 1 Karanganyar, SMA Negeri Karangpandan, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, dan SMAN Kerjo.

"Kalau di Sragen, sudah banyak, lebih dari 15 SMA. Di Karanganyar, kebanyakan pada nunggu tanggal 20 September sekalian karena bertepatan dengan agenda penilaian tengah semester. Persiapan sebenarnya sudah," katanya saat dihubungi, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Antok Gagal Dapat Ganti Uang Talangan Beli Sabu, Ditangkap Polisi di Palur Karanganyar

Baca juga: Empat Lokasi Ini Diusulkan Jadi Rumah Sakit Tipe D, Bupati Karanganyar: Rencana Bangun Tahun Depan

Baca juga: 20 Peserta Absen Seleksi PPPK Guru di Karanganyar, Masih Diberi Kesempatan Ikut Ujian Susulan

Baca juga: DKK Karanganyar: Target Vaksinasi Pelajar SMP Selesai Akhir Bulan Ini

Terkait syarat bukti vaksin bagi pelajar, Sunarno menegaskan, hal tersebut tidak menjadi syarat utama menggelar simulasi dan PTM terbatas.

Akan tetapi, ada kepala daerah yang menghendaki supaya peserta didik divaksin terlebih dahulu sebelum simulasi dan PTM terbatas.

"Ya, kami menghormati. Yang penting, protokol kesehatan, izin dari Satgas Covid-19 kabupaten, dan izin orangtua," ucapnya.

Sementara, Kepala SMK Negeri Jenawi Sri Eka Lelana mengatakan, telah melakukan persiapan sebelum memulai simulasi PTM pada pekan depan.

Sterilisasi kawasan sekolah telah dilakukan, begitu juga penyiapan sarana protokol kesehatan, semisal alat cek suhu tubuh otomatis, tempat cuci tangan, ruang UKS, serta pengaturan meja dan kursi.

Menurutnya, dari 913 siswa, sudah ada 870 surat izin orangtua untuk mengikuti simulasi PTM yang telah disampaikan ke sekolah.

Sedangkan sisanya, surat izin dari orangtua belum disampaikan ke sekolah.

"Dari 870 surat izin yang masuk, semua setuju," ungkapnya.

Baca juga: Tugas Khusus Hulk Jelang PSIS Semarang Vs Persiraja Banda Aceh: Fokus Menjaga Paulo Henrique

Baca juga: Kenalkan Ian Andrew Gillan, Pelatih Baru PSIS Semarang di BRI Liga 1 2021

Baca juga: Tempat Wisata di Purbalingga Mulai Melakukan Simulasi, Pembukaan Menunggu Evaluasi Provinsi Jateng

Baca juga: 35 Ribu KPM di Demak Belum Terima Bantuan, Pemkab: Masih Ada Perbaikan Rekening

Rencananya, simulasi PTM hanya akan diikuti siswa kelas 12. Dari kapasitas 36 siswa dalam satu kelas, hanya akan diisi 18 siswa.

"Selama satu atau dua pekan ke depan, yang mengikuti simulasi tetap sama. Lainnya tetap daring, sambil dievaluasi. Kami, sementara ini, melihat kesiapan sekolah dulu," jelasnya.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan, pihak sekolah akan mengikutsertakan siswa secara bergantian untuk mengikuti simulasi PTM. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved