Berita Kesehatan Hari Ini
Empat Lokasi Ini Diusulkan Jadi Rumah Sakit Tipe D, Bupati Karanganyar: Rencana Bangun Tahun Depan
pemilihan Puskesmas Karanganyar diusulkan menjadi rumah sakit tipe D untuk membantu RSUD Karanganyar apabila ada penumpukan pasien.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar mulai menggagas untuk mendirikan rumah sakit tipe D.
Ada beberapa lokasi yang diusulkan menjadi rumah sakit tipe D.
Seperti di bekas gedung SMP wilayah Kecamatan Kerjo yang sempat menjadi tempat isolasi terpusat, Puskesmas Karangpandan, Puskesmas Jumapolo, maupun Puskesmas Karanganyar.
Baca juga: DKK Karanganyar: Target Vaksinasi Pelajar SMP Selesai Akhir Bulan Ini
Baca juga: 20 Peserta Absen Seleksi PPPK Guru di Karanganyar, Masih Diberi Kesempatan Ikut Ujian Susulan
Baca juga: Sembilan Peserta Absen Hari Pertama Ujian PPPK Guru di Karanganyar, Bagaimana Nasibnya?
Baca juga: Hari Pertama PTM Terbatas di SMPN 5 Karanganyar, Masih Beri Tolerasi Soal Penggunaan Seragam
"Ini baru digagas, karena kami sedang minim anggaran."
"Sudah kami usulkan ke pusat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)."
"Karena fokus ke depan adalah kesehatan."
"Beberapa tempat kami usulkan jadi rumah sakit tipe D," kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/9/2021).
Dia menyampaikan, pemilihan Puskesmas Karanganyar diusulkan menjadi rumah sakit tipe D untuk membantu RSUD Karanganyar apabila ada penumpukan pasien.
Di sisi lain lahan di tempat tersebut juga masih luas.
Sedangkan diusulkannya bekas gedung SMP di Kecamatan Kerjo menjadi rumah sakit tipe D lantaran lokasi tersebut strategis.
Selain itu ada fasilitas pendukung yakni Puskesmas Kerjo yang jaraknya cukup dekat.
Lanjutnya, apabila warga sekitar Kecamatan Kerjo hendak berobat atau melakukan pemeriksaan ke RSUD Karanganyar atau ke wilayah Kabupaten Sragen jaraknya terlalu jauh.
"Pertimbangannya kan terlalu jauh kalau ke Kabupaten Sragen dan Karanganyar Kota."
"Jadi letaknya strategis."
"Jadi nanti juga mencakup warga Jenawi maupun Ngargoyoso," ungkapnya.