Breaking News:

Berita Semarang

Cegah Masuknya Corona Varian Mu, Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wisatawan di Pelabuhan

Pemerintah Kota Semarang memperketat pintu masuk ibu Kota Jawa Tengah guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Kapal Pesiar MV Columbus berbendera Bahama berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/03/20). Setidaknya ada sekitar 400 turis mancanegara yang turun untuk mengunjungi aneka destinasi wisata di Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan clear, tidak ada yang positif (virus Corona atau COVID-19). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang memperketat pintu masuk ibu Kota Jawa Tengah guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemerintah daerah mengikuti instruksi dari pemerintah pusat yang hanya membuka jalur masuk internasional di beberapa titik.

Penerbangan internasional, saat ini, hanya dilayani melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi.

Artinya, Bandara internasional Ahmad Yani Semarang tidak menerima penerbanganan internasional.

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai perjalanan internasional melalui pelabuhan.

"Kami punya Tanjung Emas. Kami koordinasi dengan Pelindo dan KKP, supaya turis-turis, wisatawan asing, atau orang-orang yang masuk, benar-benar dilakukan pengecekan secara ketat," terang Hendi, sapaannya, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Manfaatkan Daun Sutra Soka, Pemuda di Semarang Ini Buat Bros Kupu-kupu Siap Tembus Pasar Eropa

Baca juga: Begini Reaksi Ganjar Lihat Siswa Lagi Berkerumun, Terjadi di SMPN 33 Semarang

Baca juga: Selamat Kepada Dosen Teknik Sipil Polines Semarang, T Herry Ludiro Wahyono Jadi Ketua PII Jateng

Baca juga: Kota Semarang Bakal Punya Empat Rumah Sakit Baru, Masih Proses Pembangunan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, satu di antara varian virus Covid-19 yang diwaspadai adalah Mu.

Menurutnya, secara teori, varian Mu dapat menurunkan imunitas.

Namun, hasil penelitian, varian yang ditemukan Januari ini, belum terbukti menyebar secara cepat seperti varian delta.

Varian Mu juga belum terbukti menyebabkan angka mortalitas (kematian) yang tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved