Berita Semarang
Cegah Masuknya Corona Varian Mu, Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wisatawan di Pelabuhan
Pemerintah Kota Semarang memperketat pintu masuk ibu Kota Jawa Tengah guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang memperketat pintu masuk ibu Kota Jawa Tengah guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemerintah daerah mengikuti instruksi dari pemerintah pusat yang hanya membuka jalur masuk internasional di beberapa titik.
Penerbangan internasional, saat ini, hanya dilayani melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi.
Artinya, Bandara internasional Ahmad Yani Semarang tidak menerima penerbanganan internasional.
Selain itu, pihaknya juga mewaspadai perjalanan internasional melalui pelabuhan.
"Kami punya Tanjung Emas. Kami koordinasi dengan Pelindo dan KKP, supaya turis-turis, wisatawan asing, atau orang-orang yang masuk, benar-benar dilakukan pengecekan secara ketat," terang Hendi, sapaannya, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Manfaatkan Daun Sutra Soka, Pemuda di Semarang Ini Buat Bros Kupu-kupu Siap Tembus Pasar Eropa
Baca juga: Begini Reaksi Ganjar Lihat Siswa Lagi Berkerumun, Terjadi di SMPN 33 Semarang
Baca juga: Selamat Kepada Dosen Teknik Sipil Polines Semarang, T Herry Ludiro Wahyono Jadi Ketua PII Jateng
Baca juga: Kota Semarang Bakal Punya Empat Rumah Sakit Baru, Masih Proses Pembangunan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, satu di antara varian virus Covid-19 yang diwaspadai adalah Mu.
Menurutnya, secara teori, varian Mu dapat menurunkan imunitas.
Namun, hasil penelitian, varian yang ditemukan Januari ini, belum terbukti menyebar secara cepat seperti varian delta.
Varian Mu juga belum terbukti menyebabkan angka mortalitas (kematian) yang tinggi.
"Ini masih jadi penelitian lebih lanjut. Dari awal, itu bisa menurunkan imunitas. Ini harus kita cari lagi bagaimana siklus hidup virus tersebut, apakah akan melawan antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang ada di tubuh kita atau bagaimana," terang Hakam.
Menurutnya, vaksinasi yang saat ini masih digencarkan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac, Moderna, maupun Sinopharm, masih sensitif terhadap varian baru Covid-19 Mu.
Pihaknya pun terus meningkatkan skrining atau deteksi Covid-19 di antaranya di pasar dan sekolah, yang saat ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).
Hakam pun meminta masyarakat tidak terlalu euforia walaupun Semarang sudah memasuki level 2.
Baca juga: Tepergok Buang Limbah, 2 Warga Polokarto Sukoharjo Jadi Tersangka Pencemaran Sungai Bengawan Solo
Baca juga: Saat Terbalik di Perairan Cilacap, Kapal Pengayom IV Membawa 2 Truk Bermuatan Pasir Bangunan
Baca juga: Ahli Waris Pasien Covid di Demak Bakal Terima Santunan Rp 1,5 Juta, Disediakan bagi 1.218 Orang
Baca juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Jadi Tersangka, Diduga Ikut Rugikan Negara Rp 430 Triliun
Dia ingin, masyarakat tetap sehat dan tidak ada penularan varian baru sehingga mereka bisa beraktivitas serta dapat meningkatkan produktivitas.
Hakam pun mengimbau warga, terutama lansia di atas 60 tahun atau masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta, agar tetap tertib terhadap protokol kesehatan, di antaranya memakai maaker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.
"Pasien-pasien yang tidak tertolong biasanya usia lanjut dan memiliki penyerta lebih dari dua," tambahnya. (*)