Breaking News:

Berita Nasional

Ketemu Komisi II DPR, Pemerintah Usulkan Pencoblosan Pemilu 2024 Digelar April-Mei. Ini Alasannya

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kamis (16/9/2021), pemerintah mengusulkan pencoblosan digelar April atau Mei, seperti Pemilu 2019 lalu.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/DOK KEMENDAGRI
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2024 mulai dibahas pemerintah dan DPR.

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kamis (16/9/2021), pemerintah mengusulkan pencoblosan digelar April atau Mei, seperti Pemilu 2019 lalu.

Usulan ini berbeda dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengusulkan agar pemungutan suara dilakukan pada 21 Februari.

"Kami mengusulkan agar hari pemungutan suaranya dilaksanakan pada bulan April, seperti tahun-tahun sebelumnya, atau kalau masih memungkinkan, Mei 2024," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat.

Baca juga: Tahun Ini Terbentuk 298 Desa Antipolitik Uang di Jateng, Ini Tujuan Bawaslu Kaitan Pemilu

Baca juga: PKS Targetkan Suara 20 Persen di Pemilu 2024, Mesin Politik Mulai Akar Rumput Siap Digerakkan

Baca juga: Gerindra dan PDIP Jateng Bertemu di Tengah Kabar Prabowo-Puan Maju di Pilpres 2024, Ini yang Dibahas

Baca juga: Siap Hadapi Pilpres 2024, Ini Kriteria Pimpinan yang Dicari PDI Perjuangan

Tito beralasan, apabila hari pencoblosan digelar Februari, tahapan pemilu juga bakal dimulai lebih awal.

Menurut Tito, hal tersebut akan berdampak pada polarisasi, stabilitas politik dan keamanan, serta eksekusi program-program pemerintah pusat maupun daerah.

"Dengan asumsi 21 Februari, ini psikologi publik juga sudah mulai memanas. Padahal, pemerintah baru bergerak Oktober 2019, kira-kira demikian, dan di tengah ini ada pandemi lagi," ujar Tito.

Untuk itu, Tito meminta agar pengambilan keputusan mengenai hari pemungutan suara Pemilu 2024 dapat diundur untuk beberapa waktu ke depan sebelum DPR menjalani masa reses.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, pemerintah akan segera melaksanakan rapat internal dengan kementerian, lembaga, dan pihak-pihak terkait untuk membahas usulan ini.

"Setelah itu, melaksanakan juga rapat dengan tim konsinyering yang ada perwakilan dari KPU, Bawaslu, kemudian dari DPR Komisi II khususnya untuk melakukan exercise untuk penentuan waktu pemungutan suara tersebut," ujar Tito.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved