Berita Banyumas

Warga RW 02 Gumelar Kidul Banyumas Tak Lagi Kesulitan Air Bersih, Pemkab Buatkan Sumur Bor dari DAK

Warga di Desa Gumelar Kidul, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, dapat sedikit bernapas lega lantaran tak perlu lagi jauh-jauh mencari air bersih.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB BANYUMAS
Warga RW 02 Desa Gumelar Kidul, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, mencoba keran air bersih program sumur bor dari DAK yang diresmikan Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (13/9/2021). 

Sementara, Bupati Banyumas Achmad Husein berharap, program penyediaan air bersih di Desa Gumelar Kidul ini bermanfaat bagi warga.

Untuk memastikan air yang dihasilkan bagus, bupati secara spontan minta segelas air yang langung dialirkan dari keran dan mecoba mencium baunya, bahkan meminumnya langsung.

"Saya pernah di PDAM jadi tahu, airnya ini cukup bagus, bahkan saya berani meminumnya," katanya.

Baca juga: Tertimpa Pohon Tumbang, Rumah Warga Kutasari Purbalingga Rusak Parah hingga Terpaksa Dibongkar

Baca juga: Polda Jateng Curigai Satu Industri Rumahan Ciu di Sukoharjo sebagai Biang Pencemaran Bengawan Solo

Baca juga: Kesulitan Bayar UKT? Ada Bantuan dari Kemendikbudristek, Tersedia bagi 14.762 Mahasiswa Jateng

Baca juga: Tingkatkan Wisatawan, Pemkab Jepara Bakal Tambah Jadwal Penyeberangan ke Karimunjawa

Terkait pembangunan sumber air bersih ini, Husein berpesan kepada pengelola agar memelihara program tersebut lewat cara menabung untuk perbaikan dan pengembangan.

"Pada bangunan ini, ada pompa, ada pipa, dan lain sebagainya. Maka, perlu biaya pemeliharaan."

"Untuk pompa, minimal setahun sekali harus shutdown atau diservis, meski jika dipaksa bisa dua tahun. Namun, bisa juga, satu tahun brusak. Maka, untuk keberlangsungan, perlu biaya pemeliharaan," lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinperkim Banyumas Kresnawan Wahyu Kristoyo mengatakan, tahun 2021, Kabupaten Banyumas mendapat DAK Air Minum dan Pamsimas.

Untuk DAK, senilai Rp 9,3 miliar yang digunakan di 24 desa, satu di antaranya di Desa Gumelar Kidul, Kecamatan Tambak ini.

Sedangkan program Pamsimas, senilai Rp 7,35 miliar, diterapkan di 18 desa dan Pamsimas reguler di 12 desa.

"Kami targetkan di tahap awal ini, bisa menyambungkan air bersih di 1,891 sambungan rumah (SR)," jelasnya.

Pujiah (42 Tahun), warga RT 07 RW 02, salah satu penerima sambungan air bersih di Desa Gumelar Kidul, mengaku bersyukur adanya pembangunan sumur bor tersebut.

Menurutnya, selama belum ada sumur bor, keluarga kesulitan mendapatkan air karena tidak memiliki sumur pribadi.

"Ya senang dengan adanya sumur bor ini karena dulu, air susah didapat, dari desa sebelah, sering macet," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved