Breaking News:

Berita Jateng

Polda Jateng Curigai Satu Industri Rumahan Ciu di Sukoharjo sebagai Biang Pencemaran Bengawan Solo

Polda Jawa Tengah terus mengembangkan penyelidikan pencemaran air Sungai Bengawan Solo.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS POLDA JATENG
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Polda Jawa Tengah terus mengembangkan penyelidikan pencemaran air Sungai Bengawan Solo.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy menyampaikan, pihaknya mencurigai satu home industry ciu yang diduga membuang limbah hingga mencemari sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Menurut Iqbal, temuan ini merupakan hasil penyelidikan antara Polres Sukoharjo dan backup dari tim Ditreskrimsus Polda Jateng, selama beberapa hari lalu.

"Tim sudah terjun sejak pekan lalu dan pelakukan pemantauan secara langsung, serta mencari keterangan dari sejumlah saksi," ucapnya di Solo, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Polda Jateng Tangani Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Cek Industri Rumah Pembuat Ciu di Sukoharjo

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Pencari Ikan di Ngloram Blora Ngaplo

Baca juga: Terulang Lagi, Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Industri Ciu, Ganjar: Keterlaluan!

Baca juga: Polda Jawa Tengah Perketat Perbatasan, Masuk Jateng Kini Wajib Vaksin dan Tes Negatif Antigen

Menurut Iqbal, dari hasil penyelidikan sementara, kecurigaan sementara mengarah pada home industry pembuatan ciu milik M.

"Dua alat bukti sudah kami dapat, saat ini masih menunggu hasil lab keluar," terangnya.

Modus yang dilakukan, lanjut Iqbal, yang bersangkutan membuang limbah pengolahan alkohol atau badeg menggunakan mobil tangki dan bak terbuka.

"Dia membuang limbah ketika malam hari," jelasnya.

Informasi dari sejumlah saksi, limbah tersebut dibuang di beberapa tempat, di antaranya sawah, perternakan, dan Kali Samin yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

"Nah, dari Kali Samin inilah yang kemudian mengalir sampai masuk ke aliran Sungai Bengawan Solo," ungkapnya.

Iqbal mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, M juga sudah pernah mendapat sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah dalam kasus sama.

Baca juga: Kesulitan Bayar UKT? Ada Bantuan dari Kemendikbudristek, Tersedia bagi 14.762 Mahasiswa Jateng

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Sudah Boleh Buka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Menurut Bupati Banyumas

Baca juga: Tingkatkan Wisatawan, Pemkab Jepara Bakal Tambah Jadwal Penyeberangan ke Karimunjawa

Baca juga: Pemkot Salatiga Siapkan Santunan bagi 336 Ahli Waris Pasien Covid yang Meninggal, Besarnya Rp 1 Juta

Namun, ternyata, pengusaha rumahan tersebut masih melakukan pelanggaran.

"Apa alasannya, serta jeratan selanjutnya, masih dilakukan pendalaman," ujaranya.

Selain pengusaha ciu tersebut, pihaknya juga melakukan pendalaman terhadap satu home industry tekstil di Polokarto dan satu Perusahaan plastik di kawasan Grogol.

"Untuk dua (perusahaan) ini, masih kami lidik (penyelidikan, red). Namun, (keduanya) juga pernah mendapat sanksi administratif dari DLHK," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved