Breaking News:

Berita Jateng

Polda Jateng Tangani Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Cek Industri Rumah Pembuat Ciu di Sukoharjo

Pencemaran Sungai Bengawan Solo akibat limbah ciu membuat Polda Jawa Tengah (Jateng) turun tangan.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rika irawati
Tribun-Papua.com/Humas Satgas Nemangkawi
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Pencemaran Sungai Bengawan Solo akibat limbah ciu membuat Polda Jawa Tengah (Jateng) turun tangan.

Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, tim dari Direktorat Reseser Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah melakukan pengecekan ke sejumlah perusahaan ciu yang berada di dekat aliran sungai.

Hasil pengecekan itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait.

"Kemarin, Tim Ditkrimsus sudah meninjau langsung kondisi pencemaran di Bengawan Solo," ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Pencari Ikan di Ngloram Blora Ngaplo

Baca juga: Terulang Lagi, Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Industri Ciu, Ganjar: Keterlaluan!

Baca juga: Ikan Mabuk akibat Sungai Bengawan Solo di Blora Tercemar Limbah Ciu, Penghasilan Warga Menurun

Baca juga: Polda Jawa Tengah Perketat Perbatasan, Masuk Jateng Kini Wajib Vaksin dan Tes Negatif Antigen

Menurutnya, pemeriksaan awal, pencemaran itu bersumber dari limbah home industry ciu di Sukoharjo.

Tim telah mengunjungi industri ciu yang ada di dua kecamatan.

"Kami sudah mengecek tempat pengusaha alkohol di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo," ujar dia.

Iqbal mengatakan, tim telah mengimbau kepada masing-masing ketua paguyuban industri alkohol (ciu) agar tidak membuang limbah ciunik (badeg) secara sembarangan dan memaksimalkan IPAL yang telah dibuat.

Polda Jateng juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) provinsi untuk mendapatkan data perusahaan yang tidak melaksanakan sanksi administrasi yang sebelumnya pernah melakukan pelanggaran.

"Tim telah melakukan pengambilan sampel air yang diduga tercemar di beberapa titik pembuangan limbah oleh petugas yang memiliki sertifikat terkait metode pengambilan sampel," tuturnya.

Baca juga: Picu Kerumunan, Turnamen Voli dan Lomba Burung di Kutasari Purbalingga Dibubarkan Satgas Covid

Baca juga: Workshop Membuat Komik Diminati Anak Muda di Banyumas, Bupati Bakal Siapkan Comic House

Baca juga: Rodjo Tater Pangkah Tegal Mulai Dibuka untuk Wisatawan, Sekali Masuk Dibatasi 500 Pengunjung

Baca juga: Pedagang Pasar Weleri Kendal Berharap Pindah ke Pasar Darurat Akhir September, Masih Tunggu Sarpras

Selain ke pabrik ciu, tim Ditreskrimsus Polda Jateng juga mengunjungi dua perusahaan di Sukoharjo.

Dua perusahaan itu adalah pabrik tekstil dan pabrik plastik.

"Hasil pemeriksaan di kedua perusahaan tersebut telah terkena sanksi dari DLHK Provinsi Jateng dan telah menjalankan sanksi administratif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved