Berita Jawa Tengah

Terulang Lagi, Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Industri Ciu, Ganjar: Keterlaluan!

Pencemaran limbah industri pengolahan ciu di Sungai Bengawan Solo jadi sorotan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pencemaran limbah industri pengolahan ciu di Sungai Bengawan Solo jadi sorotan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia menilai perbuatan itu sudah keterlaluan.

Pihaknya akan menindak tegas persoalan yang sudah beberapa kali terjadi itu.

Baca juga: Mengapa Kantor Wali Kota Magelang Dipasang Logo TNI? Ini Kata Gubernur Ganjar

Baca juga: Candaan Gubernur Ganjar Kepada Mbah Tariyem di Magelang: Sertifikat Vaksin Bisa Digadaikan

Baca juga: Jateng Kini Punya Bus Vaksin, Ganjar Sebut Percepat Vaksinasi Khususnya Buat Daerah Terpencil

Baca juga: Gerbang Dibongkar Biar Lebih Terbuka, Usulan Ganjar Saat Renovasi Masjid Baiturrahman Semarang

"Sudah dicek, langsung rapat virtual tadi dengan Kementerian LHK."

"Tentu saja tim lokal sudah turun, tim nasional juga turun, nanti kita akan proses."

"Kita akan cari," katanya sata ditemui di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, Rabu (8/9/2021) malam.

Ia mengatakan modus pencemaran kali ini juga masih sama dengan kasus sebelumnya, yaitu membuang kotoran atau limbah pengolahan alkohol di sekitar Kabupaten Blora.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terkait kasus tersebut.

Ganjar merasa pihak yang membuang limbah pengolahan ciu tersebut dinilai sudah menantang pemerintah.

Terlebih dalam kasus sebelumnya sudah diberikan teguran keras.

"Kita sudah bicara, tidak boleh ada yang main-main."

"Rasa-rasanya mereka 'siluman' yang membuang itu memang menantang pemerintah."

"Menurut saya ini sudah kebangetan karena tidak hanya area di Blora, di Surakarta juga kena."

"Jadi sebenarnya ini yang hari ini coba kita cari," tegas Ganjar.

Diinformasikan, tim khusus dari Pemprov Jateng sudah diturunkan untuk melakukan pengecekan dan observasi terkait air Bengawan Solo yang berwarna keruh.

Observasi itu dilakukan setelah Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Surakarta menghentikan pengolahan air di Pos Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, lantaran air sungai terindikasi tercemar limbah ciu, tepatnya pada Selasa (7/9/2021) pagi.

Pencemaran terjadi di hulu sungai, tepatnya di tempuran Kali Samin.

Adapun kasus pencemaran limbah ciu di Bengawan Solo juga sempat terjadi pada 2019.

Saat itu diketahui bahwa pencemaran bersumber dari limbah industri pengolahan ciu di sekitar hulu sungai. (*)

Baca juga: KPK Periksa Direktur II PT Bumi Rejo, Saksi untuk Kasus Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Banjarnegara

Baca juga: Serulingmas Zoo Banjarnegara Buka Lagi, Hanya Menerima Pengunjung yang Sudah Vaksin Covid

Baca juga: Pura-pura Tawarkan Jasa Bikin Akun Trading Forex, Pria di Wonosobo Bawa Kabur Uang Rp 23,5 Juta

Baca juga: Tergiur Harga Mahal, Pemuda di Wonosobo Curi 5 Burung Murai Batu Milik Tetangga. Dijual Rp 3 Juta

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved