Senin, 1 Juni 2026

Berita Jateng

Mengapa Kurban Kerbau tak Diminati, hanya Ada di Kudus karena Tradisi

Angka ketersediaan kerbau tahun ini sebanyak 4.023 ekor sementara kebutuhan kurban diperkirakan mencapai 3.224 ekor.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
proses pemotongan kerbau di Umiversitas Muria Kudus (UMK) pada Iduladha 1445 hijriah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM.COM, SEMARANG -Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Andiningtyas Mula Pertiwi mengungkap, menjelang Iduladha tahun ini jumlah hewan kurban kerbau yang dipotong turun sebesar 11,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Angka ketersediaan kerbau tahun ini sebanyak 4.023 ekor sementara kebutuhan kurban diperkirakan mencapai 3.224 ekor.

"Ya terjadi penurunan hewan kurban yang dipotong ada kerbau.  populasinya juga jauh berkurang karena permintaan kerbau terutama saat Iduladha ini juga berkurang," terang perempuan yang akrab disapa Tyas itu kepada Tribunjateng.com, di kantornya, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026).

Ia mengungkap, permintaan hewan kurban kerbau hanya berasal dari Kudus. Permintaan dari Kudus terhadap hewan kerbau juga cukup tinggi karena di sana tidak menyembelih sapi untuk hewan kurban.

"Hanya Kudus ya yang pakai kerbau untuk kurban, karena adat dan budaya ya, mereka tidak menyembelih sapi," terangnya.

Jumlah kebutuhan hewan kurban di Jateng yang diperkirakan sebanyak 605.316 ekor terdiri dari sapi 135.772 ekor, kerbau 3.224 ekor, kambing 336.096 ekor, dan domba 130.725 ekor.

Baca juga: Warga Jateng Diminta Waspada Cacing Hati saat Iduladha: Hewan Terlihat Kurus dan Kulit Layu

Sementara jumlah ketersediaan hewan kurban di Jateng sebanyak 982.169 ekor terdiri dari sapi 172.172 ekor, kerbau 4.023 ekor, Kambing 580.963 ekor, dan domba 224.991 ekor.

Meskipun kerbau mengalami penurunan jumlah kerbau yang dipotong, hewan ternak lainnya justru mengalami peningkatan, seperti kambing jumlah yang dipotong naik sebesar 22,3 persen, domba 25,7 persen, sapi 8,9 persen.

Tyas mengungkap, banyak pula hewan ternak dari Jateng yang terdistribusi ke luar Jateng. Jumlah paling banyak masuk ke daerah Jabodetabek. Namun, ia tidak mengetahui jumlah pasti angka hewan kurban yang keluar Jateng tersebut.
"Paling banyak hewan ternak asal Jateng keluar ke Jabodetabek," tuturnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved