Berita Banyumas
Jual Rongsok dan Jlantah, Cara Warga RW 5 Karangklesem Banyumas Saling Bantu di Tengah Pandemi Covid
Sikap gotong-royong menghadapi pandemi Covid-19 ditunjukkan warga RW 05 Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sikap gotong-royong menghadapi pandemi Covid-19 ditunjukkan warga RW 05 Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.
Mereka mengumpulkan barang bekas rongsok dan minyak goreng bekas pakai atau jelantah untuk dijual. Hasilnya, disumbangkan kepada warga setempat yang membutuhkan.
Barang-barang tersebut mereka kumpulkan di Rumah Sedekah Rongsok dan Jelantah.
Ketua RW 5 Kelurahan Karangklesem, Sigit Fatoni (35), merupakan sosok di balik gerakan ini.
Sigit bercerita, ide membuat bank rongsok dan jelantah ini muncul sejak Mei 2020, atau dua bulan setelah Covid-19 masuk Indonesia.
Baca juga: Ingin Cari Informasi dan Referensi Tempat Wisata di Banyumas? Buka Saja Aplikasi Dolan Mas
Baca juga: Sampah Plastik di Banyumas Bakal Ditampung PT SBI, Dijadikan Bahan Bakar Alternatif
Baca juga: Pemkab Banyumas Luncurkan Sipujamas, Aplikasi Berisi Daftar Terbaru Perusahaan dan Tenaga Kerja
Baca juga: 35 Atlet dan Pendamping Asal Banyumas Perkuat Tim Jateng di PON Papua 2021, Berikut Nama-namanya
Di awal pandemi itu, warga di Karangklesem sudah mulai merasakan dampaknya.
Sigit kemudian membuat konsep membantu tetapi tidak membebani warga lain.
"Dari situ, kami lihat adanya sampah yang dibuang sembarangan, minyak goreng bekas pakai atau jelantah. Kami, tim, akhirnya membahas. Dari situ, bisa didapat dana untuk masyarakat tidak mampu," ujarnya saat ditemui, Minggu (12/9/2021).
Ia kemudian bertemu seorang warga yang memang mencari atau mengumpulkan rongsok.
Setelah berkeliling mengambil rongsok dari rumah-rumah warga, Sigit dan timnya kemudian menyetor ke pengepul tersebut.
"Jadi, kami, waktu itu, minta pencari rongsok itu tidak usah muter-muter mencari rongsok, bisa di rumah saja milah rongsok, hasilnya 50-50 persen. Jadi, kalau dapat Rp 1 juta, kami dapat 500 ribu," katanya.
Ternyata, usahanya itu membuahkan hasil. Dari 430 kepala keluar (KK) di RW 5, hampir 70 persennya telah menyumbangkan rongsok yang merupakan limbah rumah tangga.
Saat ini, hasil penjualan rongsok berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.
Dalam satu bulan, pihaknya dapat mengumpulkan hingga delapan jeriken jelantah.
Satu jeriken bisa berisikan 18 liter, sedangkan satu jerigen dihargai Rp 100 ribu.