Berita Kudus
3 dari 15 Gua Peninggalan Jepang di Kawasan Patiayam Kudus Mulai Dibuka, Diduga Memiliki Sumber Air
Satu per satu, gua bersejarah di kawasan Patiayam Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, terbuka. Terbaru, warga membuka gua berisi sumber mata air.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Satu per satu, gua bersejarah di kawasan Patiayam Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, terbuka. Terbaru, warga membuka gua yang diduga memiliki sumber air.
Pembukaan gua ini diinisiasi Kepala Desa Terban Supeno.
"Ini saya lakukan supaya anak cucu kami di Terban tahu sejarah," kata Kepala Desa Terban Supeno, Minggu (5/9/2021).
Dia memperkirakan, ada 15 gua di wilayah Patiayam. Namun, baru tiga yang sudah dibuka.
Dua gua yang dibuka, diperkirakan peninggalan penjajah Jepang.
Baca juga: Calon Destinasi Wisata, Ditemukan 15 Gua Peninggalan Jepang di Bukit Cangkraman Patiayam Kudus
Baca juga: Pondasi Ambles, Bangunan Museum Patiayam Kudus Miring dan Rawan Roboh
Baca juga: Mantan Ketua Takmir Masjid di Kudus Diduga Gelapkan Uang, Nilainya Capai Rp 188 Juta
Baca juga: Pernah Cicipi Soto Gentong Kudus? Biar Nggak Penasaran, Datang Saja ke Sebelah Barat SPBU Panjang
Sementara, satu gua lain, yang diberi nama Gua Dalem, dipercaya sebagai peninggalan leluhur.
Sementara, 12 gua lain belum terbuka. Supeno memperkirakan, 12 gua tersebut peninggalan Jepang.
Gua-gua itu memiliki kontur sama, yaitu mulut gua berbentuk persegi.
Supeno sengaja mengerahkan sejumlah warga untuk membuka mulut gua yang sebelumnya tertutup tanah.
Hasilnya, satu lubang gua berbentuk persegi, berhasil digali sampai kedalaman 5,5 meter, dengan tinggi 2 meter dan lebar 2,2 meter.
Dalam membuka gua, mereka menggunakan peralatan sederhana berupa cangkul.
Ada kendala dalam membuka kembali gua-gua tersebut. Sebab, di dalam gua, ada sumber air meski berada di perbukitan.
Saat digali, air yang keluar dari dalam gua cukup deras.
"Di dalam gua itu ada bekas tiang penyangga berupa kayu jati glondong, lengkap dengan paku leter U," katanya.
Dia menduga, gua-gua yang diduga peninggalan Jepang itu tertutup sejak kawasan Patiayam beralih fungsi dari hutan yang dikelola Perhutani secara keseluruhan, menjadi hutan sosial.
Baca juga: Cara Fektor Ranger Purwokerto Peduli Keselamatan Berlalu Lintas, Bersihkan Rambu Sekitar Alun-alun
Baca juga: Liga 2 Tak Segera Bergulir, PSCS Cilacap: Kami Butuh Kepastian Tanggal, Bukan Kepastian Dilanjutkan
Baca juga: Bupati Banjarnegara Ditahan KPK, Gubernur Ganjar: Pemerintahan Tidak Boleh Terganggu
Baca juga: Desa Plelen Raih Juara 1 Lomba Kampung Zero Covid di Kabupaten Batang, Ini Keunggulannya