Berita Kudus

‎Pondasi Ambles, Bangunan Museum Patiayam Kudus Miring dan Rawan Roboh

Bangunan Museum Patiayam Kudus miring setelah pondasi bangunan ambles. Bahkan, muncul retakan di bagian belakang.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Petugas Museum Patiayam, Jamin, menunjukkan bangunan yang rusak akibat pondasi ambles hingga menyebabkan bangunan miring, Jumat (5/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bangunan Museum Patiayam Kudus miring setelah pondasi bangunan ambles. ‎Kejadian ini juga membuat bangunan retak di bagian belakang.

Petugas Museum Patiayam, Jamin, menjelaskan, kerusakan pada pondasi museum sebenarnya terjadi sejak empat tahun yang lalu, setelah pembangunan tahap kedua.

Pembangunan awal museum tersebut dilakukan pada 2013-2014‎, hanya satu lantai.

Namun, sekitar tahun 2016, dikerjakan tahap kedua pada lantai dua hingga menimbulkan kerusakan pondasi.

"Saya ‎juga tidak tahu apa karena pondasinya yang seharusnya hanya untuk satu lantai atau bagaimana. Tapi, memang kerusakan terjadi setelah dibangun lantai dua," ujar dia, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Tradisi Dandangan Kudus Terancam Tak Digelar Tahun Ini, Plt Bupati: Kudus Belum Full Zona Hijau

Baca juga: Video Polisi Baca Asmaul Husna Viral, Ternyata Kegiatan Setiap Pagi Anggota Satlantas Polres Kudus

Baca juga: Perusahaan Rokok di Kudus Setuju Vaksinasi Gotong Royong, Karyawan Mulai Didaftarkan ke Kadin

Baca juga: Bikin Heboh, Warga Temukan Jenglot di Area Makam Mbah Akasah Kudus

Pihaknya sudah melaporkan kerusakan ini kepada instansi terkait. Pasalnya, setelah pondasi ambles, lantai keramik jadi ikut pecah.

Kemudian, kerusakan juga terjadi pada dinding bangunan museum hingga menimbulkan dinding berlubang.

"Lantai keramik yang pecah itu karena kondisi bangunannya miring ke arah depan," ujar identifikator fosil itu.

Menurutnya, bangunan seluas 110 meter persegi di atas lahan 7.500 meter persegi ‎itu perlu mendapatkan perbaikan.

Namun, dia tidak bisa menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki bangunan itu.

"Bangunan ini rawan roboh, kalau bisa segera diperbaiki. Tapi, berapa biayanya, kewenangan dinas," ujar dia.

Kerusakan pada bangunan itu juga membuat pengunjung menuliskan beragam pesan untuk memperbaiki.

"Ya, banyak yang memberikan kesan dan pesannya. Sering ada yang memberikan solusi juga," ujar dia.

‎Selain perbaikan fisik bangunan, Jamin menilai, perlu ada tambahan ruangan display koleksi fosil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved