Berita Kudus
Pondasi Ambles, Bangunan Museum Patiayam Kudus Miring dan Rawan Roboh
Bangunan Museum Patiayam Kudus miring setelah pondasi bangunan ambles. Bahkan, muncul retakan di bagian belakang.
Pasalnya, saat ini, koleksi yang dimiliki museum mencapai 20 ribu fosil.
"Dalam setahun, jumlah fragmen yang terkumpul mencapai 1.500 sampai 2.000 fragmen," ujar dia.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Lilik Ngesti W mengatakan, perbaikan Museum Pati Ayam sudah mendesak karena lantainya ambles.
Padahal, bangunan itu menyimpan situs purbakala yang bersejarah sehingga perlu disimpan di tempat yang layak.
"Perbaikan fisik bangunan sudah mendesak karena bangunannya rawan roboh kalau dilihat dari pondasinya keropos," ujar dia.
Lilik menjelaskan, dua museum yang mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni Museum Patiayam dan Museum Kretek masing-masing Rp 600 juta.
Namun, anggaran itu hanya untuk kegiatan nonfisik, di antaranya pemeliharaan sarana dan prasarana serta publikasi kepada masyarakat.
"Sedangkan untuk fisik bangunan diambil dari anggaran APBD. Berapa nilainya saya kurang paham," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/petugas-museum-patiayam-jamin-menunjukkan-bangunan-yang-rusak-akibat-pondasi-ambles.jpg)