Berita Wonosobo

Beli Handphone Pakai Uang Palsu, Pemuda di Wonosobo Ditangkap Polisi

Peredaran uang palsu terjadi di Kabupaten Wonosobo. Pelaku, AY, telah ditangkap polisi untuk memertanggungjawabkan perbuatannya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS POLRES WONOSOBO
Polres Wonosobo ungkap kasus peredaran uang palsu, Selasa (24/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Peredaran uang palsu terjadi di Kabupaten Wonosobo. Pelaku, AY, telah ditangkap polisi untuk memertanggungjawabkan perbuatannya.

Awal, AY berkenalan dengan Felix, pembuat uang palsu, saat bekerja di Bekasi.

Ia sempat berhubungan dengan Felix dan membeli handphone darinya.

Felix kemudian menawarinya untuk membeli uang palsu miliknya.

AY pun kepincut untuk membeli uang palsu tersebut dengan harga Rp 500.000.

Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas Sering Terjadi di Jalur Parakan-Kertek, Ini Kata Dishub Wonosobo

Baca juga: Berkah Warga di Pertigaan Doplak Wonosobo, Polisi Bagikan Paket Berisi Sayuran, Ini Tujuannya

Baca juga: Terungkap Peredaran Uang Palsu di Colomadu Karanganyar, Awalnya Melalui Transaksi di Toko Kelontong

Baca juga: Belanja di Pasar Pakai Uang Palsu, Warga Mranggen Demak Diamankan. Mengaku Dapat dari COD Kosmetik

Dengan uang asli senilai itu, ia bisa mendapatkan uang palsu senilai Rp 2.000.000 pecahan Rp 50.000.

"Di luar itu, ia juga mendapat bonus uang palsu senilai Rp 450.000," kata Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Mochamad Zazid, Selasa (24/8/2021).

Sesampai di Wonosobo, ia membelanjakan uang palsu tersebut untuk membeli sebuah handphone Redmi 4c dari Mahasim, seharga Rp 450.000.

Mahasim yang tak menyadari uang yang diperolehnya palsu, sempat memakainya untuk jajan sebesar Rp 100.000.

Keesokan hari, saat akan membeli kaus, barulah ia sadar, uang hasil penjualan handphonenya agak pudar dan lebih licin saat diraba.

Mahasim yang merasa dirugikan lantas menghubungi AY dan memintanya mengganti uang tersebut dengan uang asli.

Karena uang palsunya sudah diketahui banyak orang, AY langsung membakar uang palsu yang masih ia simpan sejumlah Rp 1.500.000.

Baca juga: Viral Video Pendaki Gunung Lawu Naik Tugu Hargo Dumilah, Pelaku Dihukum Tanam Pohon

Baca juga: 7 Warga Panti Pamardi Raharjo Banjarnegara Sempat Positif Covid, Sembuh Berkat Obat Flu dan Vitamin

Baca juga: Sulitnya Warga Kota Semarang Dapat Kupon Vaksinasi Dosis Kedua di Aplikasi, Daftar saat Tengah Malam

Baca juga: Masih Dilabeli Level 4 dalam PPKM, Ini Data Terbaru Kasus Covid di Banyumas

Sisa uang rupiah palsu sejumlah Rp 500.000 lain, masih ia simpan.

Jumat (20/8/2021), polisi mendapati informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran uang rupiah pecahan Rp 50.000 diduga palsu di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Polisi mendapatkan informasi tambahan dari Mahasim yang menjadi korban peredaran upal pecahan uang Rp 50.000.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap AY, beserta barang bukti yang disita, ke Polres Wonosobo.

AY bakal dijerat menggunakan Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (2) atau Pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) Undang-undang RI No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved