Breaking News:

Berita Semarang

Kiat Pengelola Wisata Dusun Semilir Semarang Bertahan di Tengah PPKM, Jual Tiket Presale Plus Bonus

Satu di antaranya, menjual tiket presale, seperti yang dilakukan manajemen objek wisata Dusun Semilir di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Salah satu wahana prosotan pelangi di Dusun Semilir, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, terlihat sepi karena penerapan PPKM Level 4, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang telah berlangsung hampir 1,5 tahun memukul industri pariwisata. Sejumlah cara pun diterapkan para pengelola tempat wisata agar bisa bertahan.

Satu di antaranya, menjual tiket presale, seperti yang dilakukan manajemen objek wisata Dusun Semilir di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Bisnis Development Manager Dusun Semilir Ajris Sufata mengatakan, akibat diterpa pandemi ditambah kebijakan pembatasan sosial, jumlah pengunjung menurun drastis.

"Sehingga, mau tidak mau, kami menyiasati agar kami tetap bertahan hidup, (lewat cara) menjual tiket presale. Jika umumnya tiket masuk dihargai Rp 20 ribu-Rp 30 ribu, sekarang, nominal itu sudah banyak bonusnya," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Tak Perlu ke Italia, Sensasi Naik Gondola Venesia Kini Bisa Dirasakan di Dusun Semilir Eco Park

Baca juga: Suyadi Minta Pemerintah Lebih Sering Berikan Bansos: Curhatan Tukang Tambal Ban di Bawen Semarang

Baca juga: Di Kabupaten Semarang, 30 Persen Pengusaha Angkutan Umum Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Baca juga: Ayah di Semarang Ini Tega Aniaya Anak hingga Tewas, Berawal Kesal sama Istri hingga Soal Telur Asin

Untuk menarik minat calon pengunjung, pihaknya juga menyediakan penginapan dan hadiah berupa iPhone 13.

Ia menambahkan, sejak tiket presale dijual pada Juli lalu, sampai sekarang, telah ada 20 ribu orang yang membeli.

Nanti, saat Dusun Semilir telah dibuka, mereka tak hanya gratis masuk tempat wisata ini tetapi juga bebas naik sejumlah wahana, di antaranya kereta api, prosotan pelangi, dan mendapat potongan makanan atau minuman.

"Program ini kami beri tagline 'Beli Tiket Sekarang Piknik Nanti Bahagia SakPole'. Jadi, pembelian secara online, tiket itu nanti dapat ditukar bentuk fisik mirip tiket pesawat tapi pikniknya nanti setelah dibuka seusai PPKM," katanya.

Dia menyatakan, akibat terdampak pandemi, manajemen terpaksa merumahkan karyawan. Dari sebelumnya 311 karyawan, saat ini tersisa 25 persen.

Ajris mengungkapkan, sebelum pandemi, rata-rata per hari pengunjung wisata di Dusun Semilir mencapai 3 ribu orang, sejak dibuka pagi sampai sore. Kondisi sekarang, pengunjung sepi karena larangan PPKM.

"Sementara, kami manfaatkan dengan melakukan perawatan sejumlah fasilitas dan kebersihan. Bagi pihak-pihak yang ingin melakukan sesi foto prewedding, juga kami buka karena sepi," ujarnya. (*)

Baca juga: Baru Kumpul di Alun-alun Sudah Dibubarkan Polisi, Rencana Mahasiswa Banyumas Gelar Demo, Batal

Baca juga: Cerita Pahlawan Purbalingga Rebut Kemerdekaan: Terluka Akibat Bom, Dapat Obat Hasil Drama Dokter

Baca juga: Resmi Turun, Harga Teratas Tes PCR Dipatok Rp 495.000

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 18 Agustus 2021: 1.896.000 Per 2 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved