Berita Kriminal

Ayah di Semarang Ini Tega Aniaya Anak hingga Tewas, Berawal Kesal sama Istri hingga Soal Telur Asin

Seorang ayah di Kabupaten Semarang, tega menganiaya anak kandungnya hingga tewas gara-gara si anak tidak mau makan telur asin.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo memintai keterangan Adi Cahyono, pelaku pembunuhan anak, dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Seorang ayah di Kabupaten Semarang, tega menganiaya anak kandungnya hingga tewas gara-gara si anak tidak mau makan telur asin.

Dia adalah Adi Cahyono (39), warga RT 02 RW 11, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengatakan, penganiayaan itu bermula karena pelaku jengkel dengan istrinya, Puput Wulansari.

"Kejadian penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa anak berjenis kelamin perempuan, berusia 1,5 tahun, terjadi pada 4 Juli 2021, di rumah kontrakan di daerah Bawen," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, saat gelar perkara di Mapolres Semarang, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Aksi Pak Bhabin Mandikan ODGJ Jadi Pusat Perhatian Warga Semarang, Aiptu Sunyanto: Dia Juga Manusia

Baca juga: Data BPBD Kabupaten Semarang: Hingga Agustus Sudah Salurkan 30 Tangki Air Bersih

Baca juga: Schatzi Hanya Bisa Terbaring Lemas, Tumor Kaki Kanannya Makin Membesar, Warga Tuntang Semarang

Baca juga: Di Kabupaten Semarang, Pendataan Awal Vaksinasi Pelajar Mulai Dilakukan

Ia menambahkan, awal mula kejadian, Adi jengkel kepada sang istri yang dilarang pergi menagih uang di daerah Karangjati, Bergas.

Saat sang istri pergi, Adi diminta menjaga anak mereka.

Saat itulah, Adi meminta sang anak makan telur asin yang diberikan. Namun, anak tersebut menolak.

"Saat itu, pelaku jengkel dan membawa korban ke kamar. Kemudian, pelaku mengayunkan korban sebanyak 3 kali. Pada ayunan ketiga, pelaku sengaja tidak menangkap korban sehingga jatuh ke kasur dan terpental di lantai," kata kapolres.

Saat jatuh, anak Adi dalam posisi tengkurap. Mulut sang akan juga mengeluarkan darah, mengalami kejang dan matanya melotot.

Melihat korban kejang, Adi lantas menekan bagian perut dan dada sebanyak dua kali karena khawatir tangisan korban didengar tetangga. Adi kemudian mencekiknya sampai tewas.

"Korban yang masih berusia batita itu adalah anak kandung pelaku, hasil pernikahan siri. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 76 C junto Pasal 80 ayat 3 dan 4 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujarnya.

Baca juga: Banyak Versi Logo Pemkab Kebumen Beredar di Dunia Maya, Bupati: Yang Benar Mengandung 12 Poin

Baca juga: Bakal Reformasi Sistem, Pemerintah Anggarkan Dana Rp 255,3 Triliun untuk Kesehatan di APBN 2022

Baca juga: Taliban Klaim Perang di Afghanistan Berakhir, Segera Umumkan Pemerintahan dan Rezim Baru

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas, Tiga Kecamatan di Magelang Alami Hujan Abu

Sementara, Adi Cahyono mengaku tega menganiaya anaknya karena marah kepada sang istri yang sering pergi.

Adi mengaku, bersama istri sirinya telah menikah selama 3 tahun dan mereka tidak tinggal dalam satu rumah.

"Saya tega bertindak seperti itu karena jengkel, marah, karena istri saya sering pergi," jelasnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti mulai jaket, celana jeans, sebuah bantal, berserta seprai dan kaos lengan pendek. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait :#Berita Kriminal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved