Breaking News:

Berita Purbalingga

Cerita Pahlawan Purbalingga Rebut Kemerdekaan: Terluka Akibat Bom, Dapat Obat Hasil 'Drama' Dokter

Cerita itu, satu di antaranya datang dari perjuangan pahlawan kemerdekaan asal Kabupaten Purbalingga, Letnan Kusni.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
ILUSTRASI. Monumen trek bom, jejak perjuangan pejuang Indonesia melawan Belanda di Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Peringatan Hari Kemerdekaan RI selalu menghadirkan cerita-cerita heroik yang bisa membuat generasi sekarang merasakan dan menghargai sulitnya para pahlawan mewujudkan kemerdekaan itu.

Cerita itu, satu di antaranya datang dari perjuangan pahlawan kemerdekaan asal Kabupaten Purbalingga, Letnan Kusni.

Aryoto, adik ipar Kusni mengungkapkan, sulitnya bidang kesehatan diakses warga pada masa itu, termasuk para pejuang kemerdekaan.

Tak seperti sekarang, dimana fasilitas kesehatan semisal rumah sakit dan apotek, beroperasi 24 jam. Saat itu, fasilitas kesehatan dikuasai Belanda.

Pelayanan dokter dan obat hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.

Baca juga: Ini Pesan Gubernur Ganjar di Upacara HUT RI di Banjarnegara: Kita Mestinya Jadi Lumbung Pangan Dunia

Baca juga: Ganti Upacara, Pemkab Banjarnegara Minta Warga Ambil Sikap Sempurna saat 17 Agustus Pukul 10.17

Baca juga: Unik! Pelaku Wisata Menggelar Upacara HUT RI di Dalam Gua Lawa Purbalingga, Begini Suasananya

Baca juga: Total Ada 116 Warga Binaan Rutan Purbalingga Terima Remisi, Berikut Datanya

Aryoto mengisahkan, nyawa Kusni hampir tak tertolong saat perang meletus, lantaran tak ada dokter yang bisa membantu.

Saat berperang melawan tentara Belanda di wilayah Karangkobar, Banjarnegara, Letnan Kusni terluka parah.

Peluru yang melesat dari mata senapan musuh memang tak berhasil menembus tubuhnya. Tetapi nahas, peluru itu nyasar mengenai granat yang dibawa Kusni di pinggang.

Senjata yang mestinya ia gunakan untuk melumpuhkan musuh, justru berbalik. Bom di pinggangnya meledak.

Tubuh Kusni penuh darah. Komandan perang itu terluka parah. Tapi nyawanya masih selamat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved