Breaking News:

Berita Banyumas

Baru Kumpul di Alun-alun Sudah Dibubarkan Polisi, Rencana Mahasiswa Banyumas Gelar Demo, Batal

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Bergerak (Semarak) Banyumas batal menggelar demo di depan Alun-alun Purwokerto, Rabu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Bergerak (Semarak) Banyumas batal menggelar demo di depan Alun-alun Purwokerto, Rabu (18/8/2021).

Sesaat setelah mahasiswa berkumpul, anggota Polres Banyumas datang dan membubarkan mereka karena alasan belum berizin dan Kabupaten Banyumas masih berada dalam status level 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM.

Adu mulut pun sempat terjadi antara mahasiswa dan polisi yang berada di lokasi. Namun, para mahasiswa tersebut akhirnya menyerah. Mereka membubarkan diri.

Kabag Ops Polresta Banyumas Kompol Antonius Aldino mengatakan, kegiatan semacam aksi dan demo yang dapat menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan, saat ini.

"Kita, di Banyumas ini, masih level empat. Kemarin sudah kami apresiasi, mahasiswa membantu pelaksanaan vaksinasi Kabupaten Banyumas di Auditorium Unsoed," jelasnya, Rabu.

Baca juga: Remisi HUT Kemerdekaan RI di Banyumas: Lima Warga Binaan Langsung Bebas Hari Ini

Baca juga: Berlangsung Terbatas. Upacara HUT RI di Banyumas Dipimpin Bupati, Ketua DPRD Jadi Pembaca UUD 1945

Baca juga: Program KKN Rampung, 137 Mahasiswa UMP Lepas Status Relawan di Pusat Isolasi Covid Banyumas

Baca juga: Rebutan Ponsel, Remaja di Banyumas Tega Tusuk Teman Sepermainan Pakai Pisau

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa berkontribusi agar Covid-19 di Banyumas bisa turun.

"Harusnya sama-sama prihatin. Jangan sampai, mereka menjadi yurisprudensi bagi yang lain untuk melaksanakan seperti itu. Aksi demonstrasi semacam itu dibolehkan kalau (PPKM) level 1," jelasnya.

Sementara itu, koordinator aksi dari mahasiswa, Fakhrul Firdausi mengatakan, PPKM bukan alasan membungkam orang dalam berpendapat.

"Kami tidak berkerumun dan kami batasi (peserta demo) hanya 20 mahasiswa. Massa kami batasi dari perwakilan tiap organisasi," katanya.

Fakhrul menyampaikan, aksi demontrasi yang akan digelar sedianya untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 RI.

"Kami hanya ingin memperingati kemerdekaan ke-76 Indonesia itu semu, penjabat korup dihukum ringan, kebijakan PPKM orang tidak boleh berpendapat, itulah keresahan kami," ungkapnya.

Ia mengatakan, ke depan, akan mengatur strategi dan menyusun ulang rencana aksi selanjutnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Cerita Pahlawan Purbalingga Rebut Kemerdekaan: Terluka Akibat Bom, Dapat Obat Hasil Drama Dokter

Baca juga: Resmi Turun, Harga Teratas Tes PCR Dipatok Rp 495.000

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 18 Agustus 2021: 1.896.000 Per 2 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved