Breaking News:

Berita Nasional

Resmi Turun, Harga Teratas Tes PCR Dipatok Rp 495.000

Kementerian Kesehatan akhirnya mematok harga tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk Covid-19 sebesar Rp 495.000.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Seorang pengguna jalan tol menjalani random tes swab PCR di rest area tol Semarang-Solo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan akhirnya mematok harga tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk Covid-19 sebesar Rp 495.000. Harga tersebut berlaku untuk pulau Jawa dan Bali.

Sementara, harga di luar Pulau Jawa dan Bali lebih mahal, yakni Rp 525.000.

Dengan demikian, harga pemeriksaan RT-PCR turun sebanyak 45 persen dari harga sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain maka harga Test RT PCR di Indonesia, termurah kedua setelah negara Vietnam," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Termahal Rp 550 Ribu, Hasil Diketahui Maksimal 1x24 Jam

Baca juga: Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat saat PPKM: Tak Perlu Lagi Tes PCR jika Sudah Dua Kali Vaksin Covid

Baca juga: Bakal Reformasi Sistem, Pemerintah Anggarkan Dana Rp 255,3 Triliun untuk Kesehatan di APBN 2022

Baca juga: Pakai Baju Adat Lampung, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan RI

Harga tes PCR di ASEAN, menurutnya, masih sangat beragam.

Misalnya, di Thailand, dipatok pada kisaran harga Rp 1.300.000–Rp 2.800.000.

Sementara, di Singapura, harga tes PCR Rp 1.600.000. Dan di Filipina, pada kisaran harga Rp 437.000–Rp 1.500.000.

Di Malaysia, pada harga Rp 510.000, dan Vietnam, pada harga Rp 460.000.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, penurunan harga tes PCR ini dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR, terdiri dari komponen-komponen berupa jasa pelayanan, reagen dan bahan habis pakai (BHP), biaya administrasi, overhead dan komponen lainnya.

Tarif tertinggi tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 18 Agustus 2021: 1.896.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Rabu 18 Agustus 2021: Hujan Diperkirakan Terjadi Sore hingga Malam

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Rabu 18 Agustus 2021: Siang Diperkirakan Berawan, Malam Hujan

Dalam SE tersebut disebutkan bahwa batas tarif tertinggi tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan RT-PCR dari pemerintah, atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien Covid-19.

Untuk diketahui, metode pemeriksaan RT-PCR merupakan salah satu jenis metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang saat ini dipergunakan oleh rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas lain yang ditetapkan oleh menteri sebagai standar utama konfirmasi diagnosis Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkes Klaim Harga Tes PCR di Indonesia Termurah Kedua di Asia Tenggara".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved