Berita Jawa Tengah
Pergantian Luwur Makam Sunan Kudus Dilakukan Kamis 19 Agustus 2021, Berikut Rangkaian Acaranya
Prosesi penggantian luwur di Makam Sunan Kudus merupakan agenda tahunan yang puncaknya pada 10 Muharram.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kain luwur atau penutup Makam Sunan Kudus mulai dirangkai.
Ada 34 orang yang bertugas sebagai rewang perangkai luwur.
Mereka tampak begitu sibuk merangkai kain mori hingga menjadi luwur utuh di sebuah tajuk di Kompleks Makam Sunan Kudus, Senin (16/8/2021).
Prosesi penggantian luwur di Makam Sunan Kudus merupakan agenda tahunan yang puncaknya pada 10 Muharram.
Itu merupakan tahun kedua ketika pandemi Covid-19 berlangsung.
Baca juga: Kain Luwur Makam Sunan Kudus Mulai Diganti: Butuh 1.500 Meter Kain Mori, Dikerjakan 34 Relawan
Baca juga: Ngurusnya Tidak Susah, Bupati Kudus Ajak Pelaku Usaha Daftarkan Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan
Baca juga: Belum Berani Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Kudus Tunggu Izin dari Bupati
Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid Baru 22 Persen, Bupati Kudus Belum Syaratkan Pengunjung Mal Wajib Vaksin
Oleh sebab itu, panitia memastikan setiap rewang yang bertugas dalam prosesi buka luwur Sunan Kudus harus mengenakan masker.
Tidak hanya itu, para rewang itu juga sudah divaksin.
"Untuk tahun ini seluruh panitia yang terlibat diwajibkan seluruhnya divaksin."
"Makanya sebelum acara buka luwur dari menara kerja sama dengan TNI."
"Menyelenggarakan vaksinasi."
"Paling utama untuk panitia dan rewang yang terlibat."
"Semua harus vaksin demi keamanan," ujar Humas Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Muhammad Kharis kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/8/2021).
Untuk luwur penutup Makam Sunan Kudus menghabiskan kain sepanjang 1.500 meter.
Untuk menyulapnya menjadi luwur utuh dibutuhkan waktu empat hari.
Terhitung sejak Minggu (15/8/2021), luwur baru akan selesai dikerjakan pada Rabu (18/8/2021).
Puncaknya yakni pemasangan luwur pada Kamis (19/8/2021) atau tepat 10 Muharram 1443 Hijriah.
Luwur di Makam Sunan Kudus terdiri bermacam motif.
Mulai dari unthuk banyu, wiru, kompol, hingga langitan.
Jika digabungkan, secara keseluruhan merupakan bagian dari luwur makam Sunan Kudus.
"Untuk puncak ketika acara Kamis untuk pemasangan langitan," katanya.
Kharis memastikan bentuk luwur tidak pernah berubah.
Untuk itu, sebelum memulai merangkai luwur baru pasti ada pelatihan dari para sesepuh perihal bentuk luwur sejak masa lalu.
"Untuk menjaga tradisi luwur agar ditransformasi oleh sesepuh kepada yang lebih muda," kata dia.
Para rewang sebelum merangkai luwur terlebih dahulu berwudhu.
Hal itu demi menjaga kesucian dan selama di area makam para rewang menjaga kesopanan.
"Di area makam intinya panitia bersikap sopan."
"Ketika batal wudhu harus dilakukan kembali."
"Intinya kami menghormati," kata dia.
Dalam puncak prosesi buka luwur nantinya akan dibagikan nasi berkat buka luwur oleh panitia.
Jika sebelum pandemi nasi berkah dibagikan di sekitar area makam.
Untuk saat ini pembagian nasi berkat bakal didistribusikan langsung ke masyarakat demi menghindari kerumunan warga.
"Nasi buka luwur kami memang pembagian terjun ke masyarakat."
"Kami bekerja sama dengan perkumpulan punden di Kudus."
"Jadi tiap kecamatan ada koordinatornya nanti disampaikan ke desa-desa," kata dia.
Nasi yang dibagikan itu lengkap dengan lauknya berupa daging kerbau atau kambing.
Semuanya merupakan hasil donasi dari masyarakat.
Sampai saat ini sudah terkumpul empat kerbau dan 16 kambing.
"Termasuk bumbu dan beras juga dari sedekah warga," ujarnya. (*)
Baca juga: 15 Camat di Tegal Dinyatakan Langgar Prokes, Terancam Denda Masing-masing Rp 100 Ribu
Baca juga: Gapura Unik di Slerok Tegal, Ada Boneka Orang Pegang Jarum Suntik Raksasa, Ternyata Ini Maksudnya
Baca juga: Nabila, Siswi SMAN 1 Boja Kendal Bergabung di Paskibraka Nasional: Tiap Hari Latihan Fisik 1-1,5 Jam
Baca juga: Begini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Kendal, Hadi Sudah Diintai Sejak Mei 2021